Tari Indang Dindin Badindin, Warisan Dakwah Islam dari Pariaman

Senin 16-02-2026,21:01 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Jika dilihat sekilas, Tari Indang sering dibandingkan dengan Tari Saman. Keduanya sama-sama menonjolkan gerakan tangan yang ritmis dan dilakukan secara berkelompok. 

Namun, Tari Indang memiliki tempo yang lebih santai dan ekspresif. Penari tidak hanya berfokus pada kecepatan gerak, tetapi juga pada ketepatan irama dan penghayatan terhadap syair yang dilantunkan.

Properti utama dalam Tari Indang adalah alat musik bernama indang, sejenis rebana kecil yang terbuat dari kayu dan kulit. Setiap penari memegang satu indang yang ditabuh mengikuti pola irama tertentu. 

Selain menghasilkan bunyi, indang juga menjadi bagian dari gerakan, sehingga tercipta perpaduan harmonis antara musik dan tari. 

BACA JUGA:PAC PDI Perjuangan Kebun Tebu Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Tingkat Ranting

Iringan musik biasanya diperkuat dengan vokal penari yang menyanyikan lagu Dindin Badindin, terkadang diselingi syair salawat dan puji-pujian kepada Tuhan.

Dari segi penari, Tari Indang pada awalnya dimainkan oleh laki-laki. Hal ini berkaitan dengan fungsi awalnya sebagai media dakwah di surau, yang umumnya diikuti oleh pemuda. 

Namun, seiring perkembangan zaman, tarian ini mulai dibawakan oleh perempuan, baik secara kelompok perempuan maupun campuran. 

Perubahan ini menunjukkan bahwa Tari Indang mampu beradaptasi dengan dinamika sosial tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya.

BACA JUGA:Daftar Jam Tangan Fossil Paling Diminati 2026 dan Kisaran Harganya

Dalam konteks kekinian, fungsi Tari Indang tidak lagi terbatas pada kegiatan keagamaan. 

Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara adat, penyambutan tamu kehormatan, festival budaya, hingga pertunjukan seni di tingkat nasional dan internasional. 

Kehadirannya menjadi simbol identitas budaya masyarakat Pariaman sekaligus representasi harmoni antara adat dan agama yang menjadi prinsip hidup orang Minangkabau.

Lebih dari sekadar seni pertunjukan, Tari Indang mengajarkan nilai kebersamaan, disiplin, dan penghormatan terhadap tradisi. 

BACA JUGA:BPJN Wilayah II Lampung Tambal Jalan Berlubang di Lampung Utara

Kekompakan gerak mencerminkan pentingnya kerja sama, sementara syair-syairnya mengingatkan penonton pada nilai moral dan spiritual. 

Kategori :