MEDIALAMPUNG.CO.ID – Pepes ikan merupakan teknik memasak tradisional Indonesia yang diwariskan turun-temurun dan masih bertahan hingga kini.
Hidangan ini dikenal aromatik, kaya rempah, serta lebih sehat karena minim penggunaan minyak.
Metode memasak dengan balutan daun pisang ini bukan sekadar cara mengolah ikan, melainkan bagian dari identitas kuliner Nusantara.
Pepes ikan mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil laut dan sungai secara alami.
BACA JUGA:Labfor Polri Turun Tangan Selidiki Kematian Pria di Indekos Kedaton
Asal Usul dan Filosofi Pepes
Istilah “pepes” berasal dari bahasa Sunda yang merujuk pada teknik membungkus bahan makanan dengan daun pisang lalu dikukus atau dipanggang.
Teknik ini berkembang di Jawa Barat sebelum menyebar ke berbagai daerah dengan variasi bumbu berbeda.
Daun pisang tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga memberi aroma khas dan menjaga kelembapan ikan. Dalam budaya tradisional, penggunaan daun pisang melambangkan kedekatan manusia dengan alam.
BACA JUGA:Terjebak dalam Survival Mode: Saat Tubuh dan Pikiran Terus Siaga Tanpa Henti
Keunikan Dibanding Olahan Ikan Lain
Berbeda dari ikan goreng, bakar, atau gulai, pepes mengandalkan uap panas untuk mematangkan bahan. Proses ini membuat tekstur ikan lebih lembut dan juicy.
Aroma daun pisang menyatu dengan rempah, sementara bumbu meresap hingga ke dalam daging.
Cita rasanya kompleks, memadukan pedas, gurih, segar, dan sedikit asam.
BACA JUGA:Rakor 5 Pilar Digelar, Polresta Bandar Lampung Siap Amankan Mudik Lebaran 2026