Dalam situasi tersebut, Zaskia merasakan nikmatnya menjalani ibadah secara penuh bersama suami dan anak-anak. Hanung Bramantyo bisa menjadi imam salat bagi keluarga tanpa terhalang jadwal syuting.
Hampir tidak ada satu pun waktu salat yang dilewatkan tanpa berjamaah. Rutinitas sederhana itu justru memberi ketenangan yang luar biasa.
Dari pengalaman itulah, Zaskia mulai menyadari bahwa selama ini ia terlalu banyak mengorbankan momen berharga demi pekerjaan.
Ramadan yang seharusnya menjadi waktu untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan keluarga, justru sering dihabiskan di lokasi syuting.
BACA JUGA:BMKG Lampung Prediksi Hujan Masih Mendominasi Cuaca di Sejumlah Wilayah
Perempuan yang dinikahi Hanung Bramantyo pada 2009 itu kemudian mengambil sikap tegas. Menurutnya, bekerja dan mencari nafkah selama 11 bulan sudah lebih dari cukup.
Sementara satu bulan Ramadan seharusnya dikhususkan untuk ibadah, refleksi diri, dan kebersamaan keluarga.
Sejak pandemi hingga kini, Zaskia konsisten memegang prinsip tersebut. Ia mengaku tidak pernah lagi menerima tawaran pekerjaan yang datang selama bulan Ramadan.
Baginya, kehilangan penghasilan selama satu bulan bukanlah kerugian, justru menjadi keuntungan batin yang tak ternilai.
BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Tegaskan Penerapan Gerakan ASRI sebagai Budaya Kerja Aparatur
Kini, Ramadan Zaskia dijalani dengan ritme yang jauh lebih tenang dan intim.
Ia menghabiskan waktu mendampingi anak-anaknya menyetorkan hafalan Al-Qur’an, memasak takjil bersama di rumah, hingga melaksanakan salat tarawih berjamaah yang diimami langsung oleh sang suami.
Aktivitas-aktivitas sederhana itu menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi Zaskia.
Tak hanya fokus pada keluarga, Zaskia juga menyalurkan energinya ke berbagai kegiatan sosial.
BACA JUGA:Soroti Pendidikan, Ade Utami Ibnu Tekankan Akses dan Keadilan
Bersama Hanung Bramantyo, ia aktif terlibat dalam pembangunan masjid dan sumur air di sejumlah daerah.