Meski sebagian bagian arca telah mengalami kerusakan akibat usia, temuan ini menjadi bukti kuat bahwa Candi Cangkuang merupakan peninggalan agama Hindu yang berkembang pada sekitar abad ke-8 Masehi.
Usianya diperkirakan sejaman dengan beberapa situs purbakala lain di wilayah Jawa Barat.
Penemuan kembali Candi Cangkuang berawal dari penelitian arkeologi pada pertengahan tahun 1960-an.
Para ahli menemukan sisa-sisa reruntuhan batu yang diduga berasal dari bangunan candi kuno.
BACA JUGA:Bermodal Tren Positif, Bhayangkara Presisi Lampung Siap Tantang Borneo Fc di Kandang
Selain itu, ditemukan pula makam tua yang diyakini masyarakat setempat sebagai makam leluhur di Kampung Pulo.
Sejak saat itu, penelitian dan proses rekonstruksi dilakukan secara bertahap hingga akhirnya candi dapat dipugar dan dibuka untuk umum.
Keunikan lain dari kawasan ini adalah keberadaan Kampung Pulo, sebuah perkampungan adat yang berada tidak jauh dari candi.
Masyarakat di kampung tersebut masih mempertahankan tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
BACA JUGA:Dulu Heboh Cerai Dua Hari Usai Menikah, Kini Ratu Rizky Nabila Jadi Istri Kedua Pesulap Merah
Kehidupan sosial masyarakat yang sederhana dan ramah menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin memahami budaya lokal secara lebih dekat.
Nama “Cangkuang” sendiri diambil dari jenis pohon yang tumbuh di sekitar kawasan danau. Pohon tersebut memiliki daun menyerupai pandan dan dahulu banyak ditemukan di wilayah ini.
Keberadaan vegetasi alami di sekitar candi memberikan suasana sejuk sekaligus memperkuat kesan historis kawasan tersebut.
Selain nilai sejarah, pengelolaan kawasan wisata juga terus dikembangkan. Fasilitas umum seperti area parkir, tempat ibadah, toilet, serta kios kuliner dan cenderamata telah tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
BACA JUGA:Layanan Publik Terpadu Hadir di Musrenbang RKPD 2027 Way Panji
Dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian situs budaya menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian warisan sejarah sekaligus pengembangan pariwisata edukatif.