MEDIALAMPUNG.CO.ID - Sempat viral, warga Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil karena belum adanya jembatan penghubung.
Kondisi tersebut mendapat respons positif dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Gubernur Mirza memastikan pembangunan jembatan akan segera direalisasikan melalui program Pemerintah Pusat, Jembatan Merah Putih.
“Alhamdulillah, jembatan ini masuk program Presiden bernama Jembatan Merah Putih. Usulan dari Lampung Timur diinput pada Desember dan insyaallah akan diimplementasikan pada Februari ini,” ujar Mirza, Kamis 5 Februari 2026.
BACA JUGA:Wakil Ketua DPRD: Jangan Jadikan Siswa Korban Polemik Sekolah Siger
Ia menjelaskan, program Jembatan Merah Putih menggunakan mekanisme penginputan usulan secara berkala setiap bulan dari Oktober hingga Desember, untuk kemudian dieksekusi pada bulan berikutnya.
Usulan yang masuk pada Oktober lalu telah direalisasikan di Kabupaten Tanggamus pada Januari 2026, sementara Lampung Timur dijadwalkan berjalan Februari 2026.
“Terima kasih kepada Presiden, program Jembatan Merah Putih bisa menjawab harapan masyarakat,” katanya.
Mirza menambahkan, Pemerintah Pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah melakukan survei sejak Agustus–September guna mempercepat pembangunan jembatan Kali Pasir yang diketahui telah mangkrak selama puluhan tahun, meski usulan lanjutan sudah disampaikan sejak 2025.
BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Siapkan Pasar Murah Ramadhan Mulai Akhir Februari 2026
“Jembatan ini sudah mangkrak puluhan tahun. Saya dilantik Februari 2025, salah satu yang langsung kami tindaklanjuti adalah jembatan ini dan kami dorong ke Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Menurut Mirza, meski kewenangan pembangunan berada di Kabupaten Lampung Timur, Pemerintah Provinsi Lampung berperan sebagai koordinator dan pendorong percepatan karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Dari hasil survei BPJN, pembangunan jembatan tidak dapat langsung dilanjutkan karena kondisi pondasi lama dinilai sudah tidak aman. Sejumlah struktur mengalami kerusakan, longsor, dan penurunan daya dukung.
“Kalau dilanjutkan dengan kondisi itu, justru membahayakan keselamatan,” jelasnya.
BACA JUGA:Diduga Serobot Jalur, Truk Hantam Avanza di Way Suluh