Di luar konflik yang ada, Anrez menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses persalinan Icel.
Ia menyatakan kebahagiaannya mengetahui bahwa sang bayi, yang berjenis kelamin laki-laki, lahir dalam kondisi sehat, begitu pula dengan keadaan Icel setelah melahirkan. Bagi Anrez, keselamatan ibu dan anak tetap menjadi hal utama.
Ia juga meluruskan anggapan sebagian masyarakat yang menilai dirinya baru muncul saat Icel mendekati waktu melahirkan.
Menurut Anrez, persepsi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan karena ia telah berupaya hadir dan berkomunikasi sejak lama, meskipun tidak mendapatkan respons positif.
BACA JUGA:Capsule Wardrobe Hijab, Rahasia Tampil Stylish dengan Lemari Minimalis dan Hemat
Sementara itu, diketahui bahwa Icel sebelumnya telah melaporkan Anrez Adelio ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Laporan tersebut dibuat saat kondisi kehamilan Icel telah memasuki usia delapan bulan dan kini masih dalam proses penanganan pihak berwenang.
Tak hanya menempuh jalur pidana, Icel juga dikabarkan akan mengajukan tuntutan keperdataan terkait status hubungan anak yang dilahirkannya dengan Anrez Adelio sebagai ayah biologis.
Langkah hukum tersebut mencakup hak perwalian, tanggung jawab orang tua, hingga hak waris anak di masa depan.
BACA JUGA: Manfaat Gula pada Bunga Mawar: Rahasia Sederhana agar Tetap Segar dan Tidak Layu
Hingga kini, pihak Icel belum memberikan pernyataan resmi terkait penolakan terhadap Anrez saat persalinan maupun perkembangan terbaru proses hukum yang berjalan. Publik pun masih menunggu kejelasan lanjutan dari kedua belah pihak.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena melibatkan figur publik dan menyentuh isu sensitif mengenai kehamilan, anak, serta tanggung jawab orang tua.
Di tengah sorotan tersebut, Anrez menegaskan bahwa dirinya tetap berusaha bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum yang berlaku.
Ia berharap persoalan yang ada dapat diselesaikan dengan cara yang terbaik dan tidak berdampak buruk bagi masa depan sang anak. Anrez juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap secara utuh. (*)