Perubahan Hormon dalam Tubuh
Perubahan hormon dalam tubuh turut memengaruhi kondisi gusi. Pada masa kehamilan, pubertas, atau menjelang menstruasi, aliran darah ke jaringan gusi cenderung meningkat. Kondisi ini membuat gusi menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami iritasi.
Sensitivitas tersebut sering kali memicu rasa gatal dan tidak nyaman, meskipun kebersihan mulut sudah terjaga dengan baik.
Biasanya, keluhan akan berkurang seiring dengan stabilnya kembali kadar hormon dalam tubuh.
BACA JUGA:Inara Rusli Laporkan Virgoun ke Komnas Anak, Diduga Ambil Paksa Hak Asuh
Infeksi Jamur dan Bakteri
Infeksi di rongga mulut, baik yang disebabkan oleh bakteri maupun jamur, juga dapat memicu gusi gatal. Salah satu infeksi yang cukup sering terjadi adalah pertumbuhan jamur kandida di mulut.
Kondisi ini umumnya disertai gejala lain seperti munculnya bercak putih, rasa tidak enak di mulut, dan bau mulut.
Infeksi jamur dan bakteri memerlukan penanganan khusus agar tidak menyebar dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
BACA JUGA:Iis Dahlia Dituding Tak Konsisten usai Dukung Ressa Rizky Jadi Model, Warganet Ungkit Sikap Lama
Kekurangan Nutrisi Penting
Asupan nutrisi yang tidak seimbang dapat berdampak langsung pada kesehatan gusi. Kekurangan vitamin C, vitamin B kompleks, serta mineral tertentu dapat membuat jaringan gusi menjadi lebih rapuh, mudah iritasi, dan terasa gatal.
Dalam jangka panjang, defisiensi nutrisi juga dapat memperlambat proses penyembuhan jaringan gusi.
Oleh karena itu, pola makan bergizi seimbang berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
BACA JUGA:Waspadai Dampak Sambung Rambut terhadap Kesehatan Rambut dan Kulit Kepala
Kebiasaan Buruk yang Memperparah Kondisi