Di bagian bawah air terjun terdapat kolam alami dengan kedalaman sekitar tiga meter. Kolam ini sering dimanfaatkan pengunjung untuk berenang dan merasakan langsung kesegaran air.
Namun, wisatawan tetap diimbau untuk berhati-hati dan menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan masing-masing, terutama bagi pengunjung yang tidak terbiasa berenang di alam terbuka.
Fasilitas pendukung di sekitar Air Terjun Lagandang masih tergolong terbatas. Tidak terdapat pedagang atau warung di area wisata, sehingga pengunjung disarankan membawa bekal makanan dan minuman sendiri sebelum menuju lokasi.
Keterbatasan fasilitas ini menjadi salah satu alasan mengapa kawasan air terjun masih terjaga keasriannya.
BACA JUGA:Polres Lampung Utara dan TNI Gelar Patroli serta Razia Tempat Hiburan Malam
Waktu terbaik untuk mengunjungi Air Terjun Lagandang adalah saat musim hujan dengan kondisi cuaca cerah.
Pada periode tersebut, debit air cenderung stabil sehingga keindahan air terjun dapat dinikmati secara optimal.
Sebaliknya, pada musim kemarau, aliran air biasanya berkurang sehingga panorama air terjun tidak terlihat maksimal.
Pengunjung juga diimbau untuk menghindari kunjungan saat hujan turun, karena kondisi jalur dan area sekitar air terjun dapat menjadi licin dan berisiko.
BACA JUGA:Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Walur, Kondisi Tidak Utuh
Keselamatan tetap menjadi hal utama dalam menikmati wisata alam seperti Air Terjun Lagandang.
Keberadaan Air Terjun Lagandang menambah daftar destinasi wisata alam di Enrekang yang layak dikunjungi.
Dengan warna air yang unik, suasana alam yang masih alami, serta tantangan akses menuju lokasi, air terjun ini menjadi alternatif wisata bagi pencinta alam dan petualangan.
Potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan karakter alami kawasan.(*)