Tak Lagi Terikat Kantor, Anak Muda Memilih Bekerja Berbasis Karya

Minggu 01-02-2026,07:53 WIB
Reporter : Krisna Jeri
Editor : Budi Setiawan

Fleksibilitas ini juga mendorong anak muda untuk mengembangkan lebih dari satu keahlian. Mereka tidak terpaku pada satu peran, melainkan terus belajar dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar.

Dari sinilah muncul generasi pekerja multiskill yang siap menghadapi perubahan industri yang cepat.

Meski menawarkan kebebasan, cara kerja berbasis karya juga membawa tantangan tersendiri.

Ketidakpastian penghasilan, minimnya jaminan sosial, hingga tekanan untuk terus relevan menjadi realitas yang harus dihadapi anak muda.

BACA JUGA:Freelance Kreatif dan Keberanian Menolak Sistem

Selain itu, tidak semua lingkungan masih sepenuhnya menerima pilihan kerja di luar kantor.

Stigma terhadap pekerjaan lepas atau kreatif masih kerap muncul. Namun, anak muda perlahan membuktikan bahwa karya yang konsisten dan berkualitas mampu menjadi fondasi karier yang berkelanjutan.

Perubahan cara anak muda bekerja menunjukkan bahwa dunia kerja Indonesia tengah bergerak menuju pola yang lebih fleksibel dan berbasis kompetensi.

Ke depan, kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan kemauan belajar akan menjadi modal utama, mengalahkan sekadar status atau jabatan formal.

BACA JUGA:Update Tabel KUR BRI 2026, Pinjaman Rp75 Juta untuk Modal UMKM, Cicilan 1–5 Tahun Berapa?

Dari kantor ke karya, anak muda Indonesia sedang membangun ekosistem kerja baru yang lebih dinamis.

Bukan hanya untuk bertahan, tetapi untuk menciptakan nilai, membuka peluang, dan mendefinisikan ulang arti sukses di dunia kerja modern.

Kategori :