Freelance Desainer: Hidup dari Visual, Bertahan dari Revisi

Freelance Desainer: Hidup dari Visual, Bertahan dari Revisi

Estetika, fleksibilitas, dan revisi tanpa batas. Beginilah kehidupan nyata freelance desainer di era digital.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Di era serba visual seperti sekarang, desain bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan wajah utama sebuah brand.

Dari logo UMKM, feed Instagram, hingga kampanye digital raksasa, semuanya bertumpu pada kekuatan visual. Di titik inilah peran freelance desainer menjadi semakin strategis, sekaligus menantang.

Banyak orang membayangkan hidup sebagai desainer lepas itu fleksibel, estetik, dan penuh kebebasan.

Namun di balik portofolio yang rapi dan feed yang kece, ada realitas lain yang jarang dibicarakan, revisi tanpa henti, deadline mepet, dan klien yang sering berubah pikiran.

BACA JUGA:Ledakan Podcast, Lahirnya Freelance Audio Kreatif

Seorang desainer biasanya datang dengan idealisme visual. Konsep matang, warna terukur, komposisi diperhitungkan. Namun saat bertemu klien, tidak jarang konsep tersebut harus berkompromi.

Permintaan seperti “dibikin lebih rame”, “warnanya lebih cerah”, atau “kayaknya kurang wow” menjadi menu harian.

Revisi demi revisi hadir bukan selalu karena desainnya salah, tapi karena selera klien berubah di tengah jalan.

Di sinilah mental freelance desainer diuji. Bukan hanya soal skill, tapi juga kesabaran dan kemampuan membaca keinginan klien yang kadang tidak terucap secara jelas.

BACA JUGA:Editor Video Lepas di Era Reels, Shorts, dan TikTok

Salah satu realitas pahit di dunia freelance desain adalah revisi berlapis tanpa tambahan bayaran.

Banyak desainer pemula terjebak pada kesepakatan yang tidak jelas, hingga akhirnya bekerja lebih banyak dari yang seharusnya.

Ada klien yang menganggap revisi sebagai hal wajar tanpa batas. Ada pula yang baru melibatkan “atasan”, “partner”, bahkan “keluarga” di revisi keempat. Alhasil, desain berubah drastis, waktu habis, energi terkuras. Namun karena takut kehilangan klien, banyak desainer memilih diam dan tetap mengerjakan.

Di tengah banjir konten digital, visual yang kuat menjadi pembeda. Brand yang tampil rapi, konsisten, dan menarik akan lebih mudah diingat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: