Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam merancang kebijakan lingkungan yang adaptif dan visioner.
“Ini hari pertama saya mengikuti workshop terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kita belajar banyak di Jepang, ternyata luar biasa. Jadi kalau Jepang saja bisa, Bismillah Indonesia juga bisa,” tuturnya dengan nada optimistis.
Seluruh rangkaian kegiatan difasilitasi penuh oleh Pemerintah Jepang, mulai dari akomodasi, materi pembelajaran, hingga agenda teknis.
Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan yang selaras dengan tantangan urbanisasi, pertumbuhan penduduk, dan perubahan iklim global.
BACA JUGA:KUR BRI 2026, Simulasi Cicilan Pinjaman Rp 1 Juta hingga Rp 200 Juta
Bagi Lampung Selatan, partisipasi dalam forum internasional ini menjadi penegasan arah pembangunan yang berpihak pada keberlanjutan.
Kolaborasi global bukan lagi wacana, melainkan jalan yang ditempuh untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah modern, efisien, dan berdaya guna.
Dari Tokyo, harapan itu dirajut—bahwa praktik terbaik dunia dapat diterjemahkan menjadi kebijakan lokal yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.