Cara Aman Menghilangkan Bruntusan pada Anak 11 Tahun
Penanganan bruntusan pada anak sebaiknya dilakukan dengan cara yang lembut dan sesuai dengan usia. Langkah awal yang penting adalah memilih pembersih wajah khusus anak atau kulit sensitif.
Sabun wajah sebaiknya tidak menghasilkan busa berlebihan, bebas alkohol, dan tidak mengandung pewangi tajam. Membersihkan wajah cukup dilakukan dua kali sehari agar kulit tidak menjadi kering.
Selain itu, orang tua perlu mengajarkan anak untuk tidak menggosok wajah terlalu keras. Mengeringkan wajah dengan cara ditepuk perlahan menggunakan handuk lembut jauh lebih aman dibandingkan menggosok, karena gesekan berlebih dapat memicu peradangan.
BACA JUGA:Lampu Jalan Jadi Senjata Pemkot Bandar Lampung Cegah Kejahatan
Penggunaan pelembap ringan tetap diperlukan meski kulit anak tampak berminyak. Pelembap membantu menjaga keseimbangan kulit, terutama jika menggunakan pembersih wajah.
Pilih pelembap berbasis air dengan tekstur gel atau lotion ringan yang mudah menyerap.
Penting juga untuk tidak menggunakan produk skincare orang dewasa pada kulit anak.
Produk anti-jerawat dengan kandungan bahan aktif tinggi dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, bahkan pengelupasan pada kulit yang masih sensitif.
BACA JUGA:Pulihkan Fungsi Trotoar dan Terminal, Pemkab Lampung Barat Tertibkan PKL di Pasar Liwa
Kebersihan rambut dan area sekitar dahi pun perlu diperhatikan. Pastikan anak keramas secara rutin dan membilas rambut hingga bersih, terutama di area dekat wajah. Jika memungkinkan, penggunaan poni dapat dikurangi.
Dari sisi pola makan, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan juga dianjurkan. Minuman kemasan, cokelat, serta camilan berminyak sebaiknya dikurangi dan diganti dengan asupan buah, sayur, serta air putih yang cukup.
Sebagai perawatan tambahan, masker alami yang sangat lembut dapat digunakan secara opsional. Masker dari oatmeal halus yang dicampur air hangat dapat membantu menenangkan kulit, namun cukup dilakukan maksimal seminggu sekali.
Yang tak kalah penting, anak perlu diingatkan untuk tidak memencet bruntusan karena tangan yang kurang bersih dapat memicu infeksi dan meninggalkan bekas kehitaman.
BACA JUGA:Ketoprak: Seni Pertunjukan Rakyat dari Solo yang Lahir dari Perjuangan
Kapan Perlu ke Dokter?