Bruntusan pada Wajah Anak 11 Tahun? Ini Cara Aman dan Efektif Mengatasinya

Rabu 28-01-2026,07:20 WIB
Reporter : Jeni Elizabet
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Bruntusan pada wajah anak usia 11 tahun kerap membuat orang tua merasa khawatir. Pada usia ini, anak mulai memasuki masa praremaja, di mana perubahan hormon awal perlahan terjadi. 

Kondisi tersebut dapat memicu munculnya bintik-bintik kecil menyerupai jerawat halus di area dahi, pipi, hingga sekitar hidung. Meski tampak ringan, perawatan yang kurang tepat justru berisiko memperparah kondisi kulit anak yang masih sensitif.

Perlu dipahami bahwa bruntusan pada anak berbeda dengan jerawat pada orang dewasa. Kulit anak cenderung lebih tipis, mudah mengalami iritasi, dan belum memerlukan produk perawatan dengan kandungan bahan aktif yang terlalu kuat. 

Oleh karena itu, pendekatan perawatan yang lembut, sederhana, dan dilakukan secara konsisten jauh lebih dianjurkan.

BACA JUGA:Sate Lalat Pamekasan: Kuliner Unik Madura dengan Cita Rasa Pedas Gurih

Apa Penyebab Bruntusan pada Anak?

Sebelum menentukan cara mengatasinya, orang tua perlu memahami faktor-faktor yang dapat memicu munculnya bruntusan pada wajah anak. Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan hormon di awal masa pubertas. 

Tubuh anak mulai memproduksi hormon yang merangsang kelenjar minyak, sehingga produksi sebum meningkat dan berpotensi menyumbat pori-pori.

Selain itu, kebersihan wajah yang kurang optimal juga berperan. Anak sering berkeringat saat bermain atau beraktivitas di luar ruangan, namun kerap lupa mencuci wajah secara rutin. Penumpukan kotoran dan keringat inilah yang dapat memicu bruntusan.

BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Siap Wujudkan PLTSa, Proses Tender Masih Menanti Investor

Pemakaian sabun atau produk perawatan yang tidak sesuai juga menjadi faktor penting. Produk dewasa, sabun dengan busa berlebihan, atau skincare dengan pewangi kuat dapat menyebabkan iritasi pada kulit anak. 

Tak jarang, sisa sampo atau conditioner yang tidak terbilas bersih, terutama pada anak dengan rambut panjang atau poni, ikut menempel di dahi dan menyumbat pori-pori.

Pola makan juga turut memengaruhi kondisi kulit. Konsumsi makanan tinggi gula dan gorengan berlebihan dapat memperburuk kondisi kulit pada anak yang sensitif. 

Ditambah lagi, gesekan berlebih akibat penggunaan handuk kasar, masker yang kurang bersih, atau kebiasaan sering menyentuh wajah dapat memicu iritasi ringan yang berujung bruntusan.

BACA JUGA:Voal vs Polycotton, Beda Bahan Hijab yang Sering Bikin Bingung, Mana Paling Nyaman Dipakai?

Kategori :