Internet memungkinkan siapa pun menawarkan jasa, membangun personal branding, dan menjangkau pasar yang jauh lebih luas dari sekadar lingkungan sekitar.
Dalam situasi terdesak, kreativitas bukan lagi pilihan idealis, melainkan kebutuhan praktis untuk bertahan.
Fenomena PHK turut mendorong tumbuhnya dunia freelance dan ekonomi kreatif. Banyak mantan pekerja formal memilih jalur kerja lepas karena lebih fleksibel dan minim batasan struktural.
Mereka belajar mengatur waktu sendiri, menentukan harga jasa, serta bertanggung jawab penuh atas penghasilan.
BACA JUGA:Saat Hidup Terasa Sempit, Freelance Memberi Ruang Bernapas
Meski penuh tantangan, dunia freelance memberi ruang kebebasan yang sebelumnya tidak dimiliki.
Tidak ada kepastian gaji bulanan, tetapi ada peluang berkembang tanpa batas hierarki. Bagi sebagian orang, pengalaman pahit akibat PHK justru menjadi titik balik menuju karier yang lebih mandiri.
Namun, jalan ini juga menuntut mental kuat, disiplin tinggi, dan kemampuan belajar cepat. Kreativitas harus dibarengi konsistensi agar bisa bertahan dalam jangka panjang.
PHK memang menyakitkan, tetapi tidak selalu menjadi akhir cerita. Banyak kisah menunjukkan bahwa kehilangan pekerjaan justru membuka ruang untuk menemukan potensi diri yang selama ini terpendam.
BACA JUGA:KUR BRI 2026 Plafon Rp 50 Juta, Solusi Modal Usaha dengan Cicilan Terjangkau
Kreativitas mengajarkan bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh kartu identitas perusahaan.
Di tengah sistem kerja yang semakin tidak pasti, kemampuan beradaptasi menjadi aset paling berharga.
Mereka yang mampu membaca peluang, belajar hal baru, dan berani mencoba jalur berbeda memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.
Ketika PHK datang tanpa permisi, kreativitas bukan sekadar pelarian. Ia menjadi modal utama untuk menyusun ulang masa depan, dengan cara yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya.
BACA JUGA:Panduan Cerdas Memilih Pinjaman Online untuk Modal Usaha Sampingan