Pada tingkat sedang, proses pemulihan biasanya memerlukan waktu sekitar tiga hingga enam minggu.
Pada fase ini, penderita umumnya membutuhkan kombinasi penanganan seperti fisioterapi, latihan peregangan terarah, serta pengaturan aktivitas agar otot piriformis tidak kembali mengalami iritasi.
Sementara itu, sindrom piriformis yang bersifat kronis atau sudah berlangsung lama dapat memerlukan waktu pemulihan hingga beberapa bulan.
Kondisi ini sering terjadi bila keluhan diabaikan, sering kambuh, atau disertai faktor risiko yang tidak diperbaiki, seperti postur tubuh yang salah dan kebiasaan duduk terlalu lama.
BACA JUGA:Disdag Bandar Lampung Bidik Retribusi Rp3,6 Miliar pada Tahun 2026
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Kesembuhan
Kecepatan pemulihan sindrom piriformis sangat dipengaruhi oleh waktu penanganan. Penanganan yang dilakukan sejak gejala awal muncul umumnya memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan kondisi yang sudah berlangsung lama.
Kepatuhan dalam menjalani latihan peregangan, terapi fisik, serta anjuran medis juga menjadi faktor penentu utama.
Selain itu, gaya hidup sehari-hari memiliki peran besar dalam proses penyembuhan. Kebiasaan duduk dalam waktu lama tanpa jeda, aktivitas fisik yang berlebihan, serta kurangnya pemanasan sebelum olahraga dapat memperlambat pemulihan. Kondisi kebugaran otot dan kesehatan tubuh secara keseluruhan juga turut memengaruhi hasil akhir.
BACA JUGA:Peluang UMKM di 2026, KUR BRI Tawarkan Cicilan Ringan dan Plafon Fleksibel
Apakah Sindrom Piriformis Bisa Sembuh Total?
Sebagian besar kasus sindrom piriformis dapat sembuh secara menyeluruh apabila ditangani dengan tepat dan konsisten.
Namun, risiko kekambuhan tetap ada jika penyebab utamanya tidak diatasi.
Oleh karena itu, pemulihan tidak hanya berfokus pada hilangnya nyeri, tetapi juga pada perubahan kebiasaan dan pola aktivitas yang menjadi pencetus gangguan.
BACA JUGA:Lonjakan Penumpang Kereta Api Warnai Libur Isra Mi'raj di Wilayah Divre IV Tanjung karang
Cara Mempercepat Pemulihan Sindrom Piriformis