Kabar Baik UMKM, KUR BRI 2026 Bunga Tetap 6 Persen Mulai Januari

Jumat 16-01-2026,18:11 WIB
Reporter : Adi Pabara
Editor : Budi Setiawan

Kuota Nasional KUR 2026 Capai Rp320 Triliun

Dari sisi anggaran, pemerintah menyiapkan kuota KUR nasional tahun 2026 dengan nilai yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Total plafon KUR dikabarkan mencapai Rp320 triliun, meningkat signifikan dari alokasi tahun 2025.

Peningkatan kuota ini bertujuan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, pertanian, perikanan, hingga industri rumahan. Pemerintah berharap tambahan anggaran tersebut dapat mendorong pertumbuhan usaha produktif sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, kuota yang besar juga diharapkan mampu mengakomodasi pelaku usaha yang sebelumnya tertunda mengajukan KUR akibat keterbatasan alokasi pada tahun lalu.

BACA JUGA:Lonjakan Penumpang di Libur Isra Mi'raj, Tiket KA Rajabasa dan Kualastabas Laris Manis

Bank Sempat Tutup Layanan di Akhir 2025

Sebagai catatan, pada penghujung tahun 2025 sebagian besar bank penyalur KUR, termasuk BRI, sempat menutup sementara layanan pengajuan karena target penyaluran telah tercapai. Kondisi ini membuat sejumlah pelaku usaha harus menunda rencana pengembangan bisnis mereka.

Dengan dibukanya kembali KUR pada awal 2026, para pelaku UMKM diimbau mulai menyiapkan dokumen dan persyaratan sejak dini agar proses pengajuan berjalan lancar.

Dokumen yang umumnya dibutuhkan meliputi identitas diri, legalitas usaha, serta catatan keuangan sederhana.

BACA JUGA:Dorong Peningkatan PAD, Plh Kepala BPPRD Bandar Lampung Siapkan Inovasi Pajak Daerah

Dorong Pemulihan dan Ekspansi UMKM

Melalui keberlanjutan program KUR, pemerintah dan perbankan berharap sektor UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Akses pembiayaan yang lebih luas, bunga rendah, serta skema pengajuan yang fleksibel dinilai mampu mendorong pemulihan usaha sekaligus ekspansi bisnis di berbagai daerah.

KUR BRI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi solusi permodalan jangka pendek, tetapi juga berperan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat struktur usaha UMKM agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.(*)

Kategori :