MEDIALAMPUNG.CO.ID - Banyak yang memulai dari iseng. Cuma unggah video pendek, desain receh, foto estetik, atau tulisan ringan di media sosial. Tidak ada target, tidak ada strategi, apalagi rencana bisnis.
Sekadar menyalurkan hobi dan mengisi waktu luang. Namun di era digital, konten iseng sering kali berubah menjadi pintu rezeki yang tak terduga.
Inilah realitas baru dunia kreator. Batas antara hobi dan profesi semakin kabur. Satu unggahan bisa menjadi portofolio. Satu video bisa membuka pintu kolaborasi. Satu desain bisa mengantarkan ke kontrak serius.
Awalnya hanya untuk seru-seruan. Mengikuti tren, mencoba filter, meniru gaya kreator lain, atau sekadar bereksperimen.
BACA JUGA:Freelance Desain Grafis dan Perjuangan di Balik Estetika
Namun algoritma media sosial bekerja tanpa ampun. Konten yang dianggap menarik akan didorong, disebar, dan dipertontonkan ke ribuan bahkan jutaan orang.
Di titik inilah banyak freelance creator mulai “tersadar”. Ternyata apa yang mereka anggap iseng, dinilai orang lain sebagai bakat.
Komentar berdatangan, pesan masuk, tawaran kolaborasi muncul. Dunia yang tadinya sekadar playground berubah menjadi pasar.
Perjalanan dari like ke kontrak tidak selalu instan. Ada fase ragu, ada fase minder, ada fase merasa “ah ini cuma kebetulan”.
BACA JUGA:Freelance Kreatif dan Keberanian Hidup dari Karya
Tapi dunia digital tidak menunggu kesiapan mental. Brand datang dengan kebutuhan, agensi datang dengan proposal, UMKM datang dengan harapan.
Di sinilah banyak kreator belajar menjadi profesional. Belajar membuat rate card, belajar negosiasi, belajar membaca brief, dan belajar memenuhi ekspektasi klien. Konten yang dulu dibuat sesuka hati kini harus selaras dengan tujuan brand.
Freelance creator sering terlihat santai dari luar. Kerja dari kafe, posting story, edit sambil rebahan. Tapi di balik layar, ada revisi tak habis-habis, deadline mepet, dan tekanan performa.
Konten tidak lagi soal ekspresi, tapi juga soal strategi. Engagement dihitung, insight dianalisis, audiens dipetakan. Kreativitas harus berdamai dengan target.
BACA JUGA:Freelance Motion Graphic dan Dunia Visual Serba Cepat