Seiring perkembangan zaman, rujak cingur turut mengalami berbagai adaptasi. Beberapa versi modern mencoba mengurangi aroma petis agar lebih mudah diterima oleh lidah generasi muda atau pendatang.
Selain itu, penyajian di restoran dibuat lebih rapi dan estetis tanpa menghilangkan unsur utama hidangan.
Meski demikian, rujak cingur versi tradisional tetap menjadi pilihan utama banyak orang karena dianggap paling mampu menghadirkan cita rasa otentik khas Surabaya.
BACA JUGA:Saldo Gratis DANA Kaget 10 Januari 2026 Cair untuk Semua Jenis Akun
Rujak Cingur sebagai Warisan Kuliner Nusantara
Rujak cingur bukan sekadar makanan khas daerah, melainkan bagian dari warisan kuliner Nusantara yang mencerminkan keberanian dalam memadukan rasa dan bahan.
Keberadaannya menunjukkan bahwa kuliner tradisional mampu bertahan dan tetap relevan di tengah arus modernisasi, sekaligus menjadi identitas budaya yang patut dijaga dan dibanggakan.(*)