Ciri Khas dan Keunikan Rujak Bulung
Keunikan Rujak Bulung terletak pada perpaduan rasa laut dengan bumbu rujak khas Bali. Hidangan ini menggunakan kuah pindang ikan sebagai penyedap utama, dipadukan dengan bumbu berbahan cabai, terasi, gula aren, dan jeruk limau.
Penyajiannya umumnya dalam kondisi dingin atau suhu ruang sehingga sangat cocok disantap di iklim tropis.
Tekstur rumput laut yang renyah berpadu dengan kuah pindang yang gurih dan pedas menghasilkan cita rasa yang ringan namun kaya.
Karakter ini membuat Rujak Bulung berbeda dari rujak buah yang cenderung dominan manis dan berat.
BACA JUGA:Wagub Jihan Serahkan SK 863 PPPK Paruh Waktu Ingatkan Nilai BerAKHLAK
Komposisi dan Bumbu Rujak Bulung
Secara umum, Rujak Bulung terdiri dari rumput laut segar sebagai bahan utama yang kemudian disiram kuah pindang ikan, biasanya dari pindang tongkol atau ikan laut.
Bumbu rujak dibuat dari cabai rawit, terasi bakar, gula aren, garam, serta air jeruk limau atau jeruk Bali yang diulek hingga halus. Seluruh bumbu kemudian dicampur hingga merata dengan rumput laut dan kuah pindang.
BACA JUGA:Tinted Sunscreen Minim Oksidasi, Rahasia Tampilan Natural Mulai Rp40 Ribuan
Cara Penyajian Tradisional
Rujak Bulung biasanya disajikan dalam mangkuk kecil atau pincuk daun pisang.
Untuk menambah cita rasa dan tekstur, hidangan ini sering dilengkapi kacang goreng, kerupuk Bali, serta irisan timun atau kelapa muda sesuai selera.
Di beberapa daerah, Rujak Bulung kerap disantap sebagai camilan siang hari atau menu pembuka sebelum makan utama.
BACA JUGA:Nasi Tepeng Bali: Kuliner Tradisional Sarat Makna dan Gizi
Manfaat Kesehatan Rujak Bulung