Rasa dan Tekstur yang Khas
Cita rasa laklak dikenal ringan dan gurih, berasal dari perpaduan harmonis antara tepung beras dan santan.
Teksturnya lembut namun tidak lengket, dengan aroma pandan yang menenangkan.
Kenikmatan laklak semakin terasa saat disajikan bersama kelapa parut segar dan siraman gula merah cair yang manis legit.
BACA JUGA:Sate Lilit Bali: Ikon Kuliner Tradisional dengan Cita Rasa Rempah yang Kuat
Cara Penyajian Tradisional Laklak
Secara tradisional, laklak disajikan dalam kondisi hangat agar teksturnya tetap lembut dan aromanya lebih kuat.
Di atas kue laklak ditaburkan kelapa parut yang telah dikukus, kemudian disiram dengan gula merah cair.
Perpaduan rasa gurih, manis, serta aroma alami inilah yang menjadikan laklak digemari oleh berbagai kalangan usia.
BACA JUGA:Nasi Campur Bali: Hidangan Ikonik Pulau Dewata yang Kaya Rasa dan Filosofi
Perbedaan Laklak dan Serabi
Meski sering dianggap serupa, laklak memiliki perbedaan mendasar dengan serabi.
Laklak menggunakan tepung beras tanpa campuran tepung terigu, berukuran lebih kecil dan tipis, serta memiliki tekstur yang lebih ringan.
Penyajiannya pun khas dengan kelapa parut dan gula merah cair, menjadikannya memiliki identitas kuat sebagai jajanan tradisional Bali.
BACA JUGA:Bulung Buni Kuah Pindang, Kuliner Tradisional Bali yang Segar dan Sarat Makna
Laklak di Era Modern