Bulung Buni Kuah Pindang, Kuliner Tradisional Bali yang Segar dan Sarat Makna

Rabu 24-12-2025,13:35 WIB
Reporter : Linda Kurniati
Editor : Budi Setiawan

Cita Rasa dan Tekstur

Bulung Buni Kuah Pindang menghadirkan perpaduan rasa gurih, asin ringan, segar, dan sedikit pedas. Tekstur bulung buni yang kenyal dan renyah berpadu harmonis dengan kuah pindang yang hangat dan bening.

Aroma ikan laut yang alami berpadu dengan rempah sederhana menciptakan sensasi khas masakan pesisir Bali yang menenangkan.

Hidangan ini sangat cocok disantap saat cuaca panas karena memberi efek menyegarkan, sekaligus tetap menghangatkan tubuh.

BACA JUGA:Harga Turun, Ini Alasan Vivo V30e 5G Masih Menarik di 2025

Manfaat Kesehatan

Selain lezat, Bulung Buni Kuah Pindang juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Rumput laut bulung buni kaya akan mineral dan serat yang baik untuk pencernaan.

Ikan pindang menjadi sumber protein alami yang membantu menjaga kesehatan otot dan metabolisme tubuh.

Hidangan ini juga tergolong rendah lemak, sehingga cocok untuk pola makan seimbang. Tak heran jika Bulung Buni Kuah Pindang kerap dikonsumsi sebagai menu harian oleh masyarakat Bali, khususnya di daerah pesisir.

BACA JUGA:Pemkab Lampura Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Desa Nyapah Banyu

Cara Penyajian Tradisional

Secara tradisional, Bulung Buni Kuah Pindang disajikan dalam mangkuk sederhana dan disantap bersama nasi putih hangat.

Untuk menambah cita rasa, hidangan ini sering dilengkapi sambal matah atau sambal terasi khas Bali.

Sebagai pelengkap, masyarakat biasanya menyajikannya bersama ikan goreng atau lawar. Dalam beberapa tradisi adat, Bulung Buni Kuah Pindang juga menjadi bagian dari sesaji atau hidangan upacara sebagai simbol kesederhanaan dan rasa syukur atas hasil laut.

BACA JUGA:KUR BRI 2025 Simulasi Cicilan Rp 20–55 Juta dan Skema Bunganya untuk UMKM

Eksistensi di Era Modern

Kategori :