Makna Cerita dalam Tari Kecak
Tari Kecak umumnya menampilkan kisah Ramayana, terutama saat Rama berusaha menyelamatkan Sita dari penculikan Rahwana.
Cerita ini menggambarkan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan dengan nilai moral yang kuat.
Rama menjadi simbol kebajikan, keberanian, dan kesetiaan.
BACA JUGA:Tuntutan Ditindaklanjuti Pusat, DD Tahap II Dijanjikan Cair 19 Desember
Rahwana menjadi gambaran angkara murka dan obsesi, sementara Sita melambangkan kemurnian dan keteguhan hati.
Sepanjang pertunjukan, penonton akan melihat Rama dibantu Hanoman serta pasukan kera yang digambarkan melalui sorakan “cak, cak, cak” dari para penari.
Suara tersebut menjadi penegas suasana dramatis, menggiring emosi penonton hingga menuju klimaks saat kebaikan akhirnya mengalahkan kejahatan.
Kemenangan Rama bukan sekadar akhir cerita, tetapi juga refleksi filosofi bahwa kebaikan selalu menang.
BACA JUGA:Aspirasi APDESI Didengar, PMK 81 Dicabut dan Dana Desa Segera Disalurkan
Tata Pementasan dan Suara Khas “Cak Cak Cak”
Pertunjukan Tari Kecak biasanya dibawakan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk membentuk lingkaran.
Mereka mengenakan kain kotak-kotak hitam putih tanpa atasan serta hiasan kepala sederhana. Formasi ini melambangkan kebersamaan dan kekuatan kolektif.
Unsur paling mencolok dari Tari Kecak adalah suara “cak” yang dilantunkan cepat, berlapis, dan repetitif oleh para penari.
BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Tambah Bantuan Tunai untuk Korban Bencana di Sumatra
Ritme vokal tersebut menciptakan efek musik energik yang menggantikan fungsi gamelan.