Bahan dan Proses Pembuatan Tradisional
Apem Kesesi dibuat dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di pedesaan, di antaranya:
- Tepung beras – sebagai bahan utama untuk menciptakan tekstur lembut dan kenyal.
- Gula kelapa (gula jawa) – memberi rasa manis alami sekaligus aroma khas karamel.
- Santan kelapa – menambah cita rasa gurih yang lembut.
- Tape singkong atau ragi – berfungsi sebagai bahan fermentasi agar adonan mengembang.
- Air dan sedikit garam – untuk menyeimbangkan rasa.
Proses pembuatan dimulai dengan mencampur semua bahan hingga membentuk adonan kental, kemudian didiamkan selama beberapa jam agar terjadi fermentasi alami. Setelah itu, adonan dipanggang di atas cetakan tanah liat tradisional menggunakan bara api dari arang atau kayu bakar. Cara ini memberikan aroma asap halus yang menjadi ciri khas Apem Kesesi.
Hasilnya adalah kue berwarna cokelat keemasan, dengan bagian luar yang sedikit garing dan bagian dalam yang lembut serta beraroma harum.
BACA JUGA:Horog-Horog: Kudapan Tradisional Khas Jepara yang Unik dan Legendaris
Cita Rasa yang Otentik
Cita rasa Apem Kesesi tergolong unik — perpaduan antara manis, gurih, dan sedikit asam hasil fermentasi alami. Rasa asam tersebut justru memperkaya cita rasa keseluruhan, membuatnya tidak terasa enek meski manis. Ketika disantap hangat, aroma gula kelapa dan santan terasa semakin kuat, menciptakan sensasi lembut di lidah.
Beberapa penjual tradisional masih menjaga cara penyajiannya yang sederhana — tanpa topping, pewarna, atau bahan tambahan modern. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat Apem Kesesi memiliki daya tarik tersendiri dan menonjolkan keaslian rasa Jawa.
BACA JUGA:Nasi Gandul Pati, Kuliner Legendaris dengan Cita Rasa Gurih Manis
Peran dalam Tradisi dan Pelestarian
Apem Kesesi tidak hanya dikenal di Pekalongan, tetapi juga menjadi oleh-oleh khas bagi wisatawan yang datang ke wilayah tersebut. Di banyak desa, produksi apem masih dilakukan secara rumahan dan dijual di pasar tradisional.
Setiap tahunnya, masyarakat Kesesi juga mengadakan festival kuliner tradisional yang sering menampilkan Apem Kesesi sebagai ikon daerah.
Pelestarian Apem Kesesi menjadi bukti nyata bahwa masyarakat setempat memiliki kepedulian terhadap warisan kuliner nenek moyang. Kue ini bukan sekadar makanan, tetapi cerminan identitas budaya, nilai kebersamaan, dan spiritualitas masyarakat Jawa yang tetap hidup hingga sekarang.
BACA JUGA:Brekecek Cilacap: Kuliner Khas Laut dengan Cita Rasa Gurih Pedas yang Menggoda
Kesimpulan
Apem Kesesi bukan hanya jajanan tradisional, tetapi juga simbol kehidupan yang sarat makna.