Goa Jomblang Gunung Kidul: Menyibak Cahaya di Dasar Bumi

Sabtu 08-11-2025,19:02 WIB
Reporter : Yayan Prantoso
Editor : Budi Setiawan

Fenomena Cahaya yang Menjadi Ikon

Bagian yang paling dinantikan dari perjalanan ini adalah menyaksikan “cahaya surga”—pancaran sinar matahari yang masuk lurus melalui lubang gua dan jatuh ke ruang terdalam di lorong berikutnya.

Fenomena ini biasanya terjadi antara pukul 10.00 hingga 12.00 siang, bergantung pada posisi matahari dan kondisi cuaca. Cahaya yang masuk tampak seperti pilar putih keemasan yang menembus gelap. Uap dan partikel air di dalam gua menambah efek visual dramatis, membuat cahaya terlihat seolah hidup dan bergerak.

Pemandangan ini sering menjadi latar favorit para fotografer. Kontras kuat antara gelap gua dan cahaya yang menyinari area tertentu menghasilkan komposisi yang natural, tegas, dan sulit didapatkan di tempat lain. Banyak foto dari Goa Jomblang yang akhirnya menjadi ikon promosi wisata Yogyakarta.

BACA JUGA:7 Kampung Batik yang Wajib Masuk Daftar Jelajahmu

Kegiatan Pendamping di Sekitar Lokasi

Selain ruang utama gua, kawasan sekitar Jomblang menawarkan bentang alam hijau dengan jalur trekking ringan. Udara yang lembap dan vegetasi bukit karst menghadirkan suasana sejuk yang menenangkan.

Tidak jauh dari sini terdapat Goa Grubug, yang dikenal memiliki danau bawah tanah. 

Beberapa operator menyediakan paket berkunjung ke kedua gua sekaligus, bagi pengunjung yang ingin memperpanjang petualangan.

BACA JUGA:Air Terjun Binanga Bolon, Permata Tersembunyi di Lembah Simalungun

Goa Jomblang tidak hanya memamerkan keindahan visual. Tempat ini menghadirkan pengalaman yang mengajak pengunjung mengamati, mendengar, dan merasakan alam dalam bentuknya yang paling murni. 

Perpaduan antara keheningan gua, kesejukan vegetasi, dan pancaran cahaya dari langit memberi kesan mendalam yang sulit dilupakan.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan Yogyakarta dari sudut yang berbeda—tidak hanya wisata budaya atau kuliner—Goa Jomblang menghadirkan perjalanan yang lebih reflektif. 

Ia bukan hanya tujuan wisata, melainkan kesempatan untuk memahami kembali hubungan manusia dengan alam.(*)

Kategori :