Yang membuat lontong dekem berbeda adalah cara penyajiannya yang “nyeleneh” namun menarik. Potongan lontong diletakkan di mangkuk, lalu disiram dengan kuah hingga benar-benar terendam.
Biasanya, kuah yang digunakan masih panas sehingga aroma rempahnya langsung menyeruak begitu dihidangkan.
Beberapa pedagang menambahkan sambal atau kecap untuk memberikan cita rasa pedas-manis sesuai selera pembeli.
BACA JUGA:Nasi Grombyang: Kuliner Khas Pemalang yang Unik dan Beraroma Khas
Makna Budaya dan Keberlanjutan
Bagi masyarakat Pemalang, lontong dekem bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas kuliner daerah. Hidangan ini sering disajikan dalam acara-acara tradisional seperti selamatan, kenduri, atau hajatan keluarga, sebagai simbol kebersamaan dan kehangatan.
Keberadaan lontong dekem juga menjadi bukti bagaimana masyarakat lokal mampu memadukan bahan sederhana menjadi kuliner berkelas yang disukai banyak orang.
Saat ini, banyak rumah makan dan warung di Pemalang yang menjadikan lontong dekem sebagai menu andalan. Bahkan beberapa penjual telah berinovasi dengan menambah topping modern seperti bakso, telur, atau sambal khas.
BACA JUGA:Kamir Pemalang, Roti Lembut Perpaduan Arab dan Jawa
Cita Rasa dan Daya Tarik
Rasa lontong dekem sangat khas: gurih, sedikit manis, dan beraroma rempah yang kuat. Teksturnya lembut, kuahnya ringan namun berisi, dan sentuhan rempah tradisionalnya meninggalkan kesan mendalam di lidah.
Bagi pecinta kuliner nusantara, lontong dekem adalah salah satu makanan yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Pemalang.