BACA JUGA:Tumor Pembuluh Darah: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya
• Kesalahan penempatan tabung.
Jika tabung masuk ke kerongkongan (esofagus), pasien tidak akan mendapatkan oksigen dengan benar, sehingga dapat menyebabkan hipoksia.
• Bronkospasme atau laringospasme.
Penyempitan mendadak saluran napas yang menyebabkan sulit bernapas, terutama pada pasien dengan riwayat asma.
• Kerusakan trakea.
Dapat terjadi bila tabung dipasang terlalu lama tanpa perawatan yang tepat.
BACA JUGA:Cara Mudah Deteksi Anemia Tanpa ke Dokter
Perawatan dan Pemantauan Setelah Intubasi
Setelah kondisi pasien stabil dan tabung dilepas (proses ini disebut ekstubasi), dokter akan memantau fungsi pernapasan, kadar oksigen, serta tanda-tanda vital lainnya. Pemeriksaan tambahan dilakukan untuk memastikan tidak ada cedera pada saluran napas.
Pasien mungkin akan merasakan tenggorokan kering atau sedikit nyeri, namun kondisi ini biasanya membaik dalam beberapa hari.
Jika intubasi dilakukan di ruang ICU, pasien akan mendapat perawatan lanjutan berupa terapi pernapasan, pemberian obat-obatan, dan pengawasan ketat hingga fungsi paru kembali normal.