Idul Fitri
Idul Fitri
IDUL FITRI

Detik-Detik Kepergian Ibunda Anji, Sempat Dikira Tertidur Nyenyak

Detik-Detik Kepergian Ibunda Anji, Sempat Dikira Tertidur Nyenyak

Ibunda Anji Meninggal Dunia. - Foto Istimewa--

MEDIALAMPUNG.CO.IDKabar duka menyelimuti keluarga musisi Anji. Sang ibunda tercinta, Siti Sundari, meninggal dunia pada Kamis, 26 Maret 2026 sekitar pukul 20.03 WIB setelah sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung dan gangguan ginjal.

Meski telah lama berjuang melawan penyakit, momen kepergian almarhumah justru terjadi secara tak terduga. Pada hari terakhirnya, kondisi sang ibu tidak menunjukkan tanda-tanda memburuk. Keluarga bahkan sempat mengira ia hanya tertidur seperti biasa.

Situasi mulai mengkhawatirkan ketika sang ibu tidak kunjung bangun. Informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh asisten rumah tangga (ART) yang merasa ada kejanggalan karena almarhumah tidak merespons seperti biasanya.

Mendengar kabar tersebut, Anji yang tinggal tidak jauh dari kediaman ibunya langsung bergegas menuju lokasi. Tanpa menunggu lama, ia berusaha membangunkan sang ibu dengan penuh harap.

Ia memanggil dan menepuk tubuh ibunya, berharap ada respons. Namun, suasana berubah menjadi kepanikan saat tidak ada tanda-tanda kesadaran. Keluarga pun mulai menyadari bahwa kondisi tersebut bukan sekadar tidur biasa.

Dalam momen penuh emosi itu, Anji sempat merasakan denyut jantung sang ibu yang melemah. Ia tetap berada di sisi ibunya hingga detik-detik terakhir sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kepergian Siti Sundari meninggalkan duka mendalam. Meski begitu, Anji mengaku bersyukur karena dapat mendampingi sang ibu di saat-saat terakhir hidupnya. Ia memaknai momen tersebut sebagai perpisahan yang penuh arti, meski terasa begitu berat.

Bagi seorang anak, berada di sisi orang tua di detik terakhir merupakan hal yang sangat berharga. Hal itu pula yang dirasakan Anji, yang kini berusaha mengikhlaskan kepergian ibundanya.

Ia juga mengenang tiga bulan terakhir sebagai periode yang sangat berarti dalam hidupnya. Di tengah kesibukannya sebagai musisi, ia berupaya meluangkan lebih banyak waktu untuk merawat dan menemani sang ibu.

Meski tidak tinggal serumah, jarak yang dekat membuat Anji dapat rutin berkunjung. Ia mengisi waktu dengan berbagai aktivitas sederhana, seperti menemani berjalan pagi, berjemur, hingga mengobrol santai.

Tak hanya itu, ia juga terlibat langsung dalam perawatan sang ibu, mulai dari hal-hal kecil seperti memotong kuku hingga memastikan kondisi kesehatannya tetap terpantau.

Kini, semua aktivitas tersebut menjadi kenangan berharga yang tak tergantikan. Ia menyadari bahwa kesibukan sering kali membatasi waktu bersama keluarga. Karena itu, kesempatan untuk lebih dekat di masa-masa terakhir menjadi sesuatu yang sangat ia syukuri.

Kepergian Siti Sundari meninggalkan kekosongan besar dalam kehidupan Anji dan keluarga. Sosok ibu yang selama ini menjadi tempat pulang dan sumber kekuatan kini telah tiada.

Bagi Anji, ibunya bukan sekadar orang tua, melainkan sosok yang selalu memberikan dukungan dalam perjalanan hidup dan kariernya. Kehilangan ini menjadi pukulan emosional yang tidak mudah dilalui.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: