Menurut mereka, tembok terlalu sempit dan memiliki warna serupa dengan lanskap sekitarnya, sehingga sulit terlihat tanpa bantuan alat khusus.
Kini, Tembok Besar China bukan lagi benteng pertahanan, tetapi menjadi ikon budaya dan destinasi wisata dunia.
UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Dunia pada tahun 1987. Meski beberapa bagian telah rusak akibat erosi dan aktivitas manusia, upaya pelestarian terus dilakukan agar peninggalan bersejarah ini tetap kokoh menghadapi waktu.
Tembok Besar China bukan hanya kisah tentang batu, tanah, dan tenaga kerja. Ia adalah simbol keteguhan, pengorbanan, dan kehebatan manusia dalam menantang batas kemampuan.
BACA JUGA:Jejak Peradaban: Bagaimana Penemuan Api Mengubah Arah Sejarah Manusia
Hingga kini, misterinya tetap menjadi daya tarik yang memikat para ilmuwan, sejarawan, dan wisatawan dari seluruh dunia.