Ketika Pekerjaan Fleksibel Lebih Dicari daripada Jabatan
Pekerjaan fleksibel kini lebih diminati daripada jabatan. Dunia kerja berubah menuju kendali waktu, keseimbangan hidup, dan makna karier.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Perubahan besar tengah terjadi dalam dunia kerja. Jika dahulu jabatan, titel, dan posisi struktural menjadi tolok ukur kesuksesan, kini arah tersebut perlahan bergeser.
Di era modern, terutama memasuki 2026, semakin banyak profesional yang justru lebih mengejar pekerjaan fleksibel dibandingkan jabatan bergengsi.
Fenomena ini tidak lahir tanpa sebab. Perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, serta meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental membuat banyak orang menilai ulang makna bekerja.
Karier tidak lagi semata soal naik jabatan, melainkan tentang kendali atas waktu, energi, dan kualitas hidup.
BACA JUGA:Freelance Muncul sebagai Alternatif Kerja di Tengah Ketidakpastian
Bagi generasi sebelumnya, jabatan identik dengan stabilitas, penghasilan tetap, dan pengakuan sosial.
Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa jabatan tinggi kerap datang dengan beban kerja berlebih, tekanan konstan, serta keterbatasan ruang pribadi.
Banyak pekerja profesional mulai mempertanyakan harga yang harus dibayar demi sebuah posisi.
Jam kerja panjang, minim fleksibilitas, dan tuntutan selalu siap siaga membuat jabatan tidak lagi dipandang sebagai puncak pencapaian, melainkan sebagai komitmen besar yang harus dipertimbangkan matang.
BACA JUGA:Dari Karyawan ke Pekerja Mandiri, Sebuah Perjalanan Mental
Pekerjaan fleksibel menawarkan sesuatu yang semakin langka dalam sistem kerja konvensional, yaitu kebebasan.
Kebebasan mengatur waktu, memilih tempat kerja, menentukan proyek, hingga mengelola ritme kerja sesuai kapasitas pribadi.
Model kerja fleksibel memungkinkan seseorang tetap produktif tanpa harus terikat jam kantor. Bagi banyak orang, fleksibilitas berarti bisa bekerja lebih fokus, lebih sehat secara mental, dan lebih seimbang antara kehidupan profesional dan personal.
Kesuksesan kini tidak lagi diukur dari kartu nama atau struktur organisasi. Ukurannya bergeser pada sejauh mana seseorang merasa memiliki kendali atas hidupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
