Selain itu, deretan warung dan restoran lokal siap menggugah selera wisatawan dengan hidangan khas Lombok. Menu seperti Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, dan Sate Rembiga wajib dicoba.
Bagi pencinta makanan berkuah, Bebalung—sup iga sapi dengan cita rasa rempah kuat—sering menjadi favorit. Semua hidangan tersebut dapat ditemukan di area sekitar Pantai Kuta hingga Tanjung Aan.
Waktu terbaik mengunjungi Bukit Merese adalah pada musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, ketika cuaca cerah dan langit tampak biru sempurna.
BACA JUGA:Menyelami Keindahan Teluk Cenderawasih, Taman Laut Terbesar di Indonesia
Jika ingin menikmati pemandangan paling spektakuler, datanglah menjelang sore hari. Selain menyaksikan matahari terbenam, wisatawan juga bisa menikmati hembusan angin laut yang sejuk dan suasana romantis di puncak bukit.
Bukit Merese bukan hanya sekedar tempat wisata, melainkan ruang refleksi tentang betapa agungnya ciptaan Tuhan. Dari puncaknya, pengunjung bisa melihat laut luas yang seakan tak berujung, merasakan sentuhan angin, dan mendengar debur ombak dari kejauhan.
Di sanalah, setiap orang akan mengerti bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal sederhana: duduk diam, menatap alam, dan merasa kecil di hadapan kebesaran semesta.
Bagi siapa pun yang berencana mengunjungi Lombok, Bukit Merese wajib masuk dalam daftar perjalanan. Karena di titik hijau nan tenang ini, keindahan Indonesia terasa begitu nyata, alami, tulus, dan menenangkan.(*)