Macam-Macam Baju Adat Nusantara: Cerminan Keindahan dan Jati Diri Bangsa

Jumat 10-10-2025,21:55 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Ulos merupakan kain tenun khas masyarakat Batak. Warnanya yang didominasi merah, hitam, dan putih memiliki makna tersendiri: merah melambangkan semangat, putih melambangkan kesucian, dan hitam menggambarkan kekuatan. Ulos biasanya diberikan sebagai tanda kasih dan restu dalam berbagai upacara adat.

BACA JUGA:Gambang Kromong: Perpaduan Harmonis Budaya Betawi dan Tionghoa

2. Bundo Kanduang – Sumatera Barat

Busana ini digunakan oleh perempuan Minangkabau. 

Warna merah dan hiasan kepala besar menyerupai tanduk kerbau melambangkan kebijaksanaan serta peran penting wanita dalam keluarga. 

Pakaian ini menjadi simbol kehormatan dan tanggung jawab perempuan Minang sebagai penjaga adat.

BACA JUGA:Tari Makan Sirih: Simbol Kehormatan dan Keanggunan Budaya Melayu Riau

3. Aesan Gede – Sumatera Selatan

Busana adat ini identik dengan warna emas dan kain songket yang berkilau. Aesan Gede menggambarkan kemewahan dan kejayaan masa lampau masyarakat Palembang. Biasanya digunakan dalam acara pernikahan sebagai lambang kemuliaan dan kebanggaan.

4. Pesa’an – Madura

Pakaian adat Madura terdiri dari kaus bergaris merah-putih dengan celana hitam longgar. Kesederhanaan desainnya melambangkan keberanian dan semangat juang masyarakat Madura yang pantang menyerah.

BACA JUGA:Seni Teater: Makna, Unsur, Jenis, dan Fungsinya

5. Kebaya – Jawa

Kebaya adalah simbol keanggunan wanita Indonesia. Dengan potongan lembut dan bahan tipis yang dipadukan dengan kain batik, kebaya menunjukkan kesopanan dan keindahan budaya Jawa. Kini, kebaya juga sering digunakan dalam acara resmi nasional maupun internasional.

6. Ulee Balang – Aceh

Dahulu, Ulee Balang hanya digunakan oleh bangsawan Aceh. Baju ini dibuat dari bahan mewah dan dihiasi benang emas, mencerminkan kemuliaan dan status sosial. Warna-warnanya yang kuat melambangkan keberanian serta nilai religius masyarakat Aceh.

BACA JUGA:Seni Tari di Kalimantan: Warisan Gerak yang Menyatukan Alam dan Budaya

7. Baju Bodo – Sulawesi Selatan

Baju Bodo adalah pakaian khas wanita Bugis. Bentuknya sederhana dengan potongan persegi dan bahan tipis transparan. Warna baju menandakan usia atau status seseorang, seperti hijau untuk gadis muda dan oranye untuk wanita dewasa. Pakaian ini menjadi simbol kelembutan dan kesucian perempuan Bugis.

8. Bengkung – Kalimantan Timur

Bengkung adalah busana khas suku Dayak dengan corak terinspirasi dari alam. Motif-motifnya menggambarkan hubungan harmonis manusia dengan lingkungan. Selain keindahan visual, pakaian ini juga mencerminkan filosofi hidup masyarakat Dayak yang menjaga keseimbangan alam.

BACA JUGA:Seni Drama: Pengertian, Unsur, Jenis, dan Fungsinya

9. Koteka – Papua

Koteka merupakan pakaian tradisional pria Papua yang terbuat dari labu kering. Meski sederhana, koteka memiliki makna mendalam sebagai simbol kedekatan manusia dengan alam. Kini, koteka lebih sering digunakan dalam upacara adat atau pertunjukan budaya sebagai warisan leluhur yang harus dijaga.

10. Payas Agung – Bali

Pakaian adat Bali ini menampilkan keanggunan dan kemegahan dengan dominasi warna emas. Biasanya dikenakan dalam upacara adat dan pernikahan. Hiasan kepala dan pernak-perniknya menunjukkan keindahan seni serta nilai spiritual yang tinggi dalam budaya Bali.

Kategori :