Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Sekincau, 11 Rumah Rusak di Giham Sukamaju
Gotong royong warga dipimpin Peratin Hermanto saat mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga.-Foto Dok-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Pemangku Sukamenanti, Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, Rabu sore (19/3) sekitar pukul 16.30 WIB, mengakibatkan sedikitnya 11 rumah warga mengalami kerusakan.
Dari jumlah tersebut, sembilan rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap yang beterbangan akibat terpaan angin kencang. Selain itu, sejumlah pohon tumbang juga menghantam rumah warga sehingga memperparah kerusakan.
Peristiwa ini sontak membuat warga panik lantaran cuaca buruk datang secara tiba-tiba dengan intensitas cukup kuat. Banyak atap rumah tidak mampu menahan terjangan angin yang berlangsung bersamaan dengan hujan deras.
Berdasarkan keterangan Peratin Pekon Giham Sukamaju, Hermanto, kerusakan rumah warga tersebar di wilayah Pemangku Sering Menanti. Hingga saat ini, warga bersama aparat pekon masih melakukan pendataan serta penanganan darurat terhadap rumah yang terdampak.
“Benar, akibat hujan deras yang disertai angin kencang sore tadi, ada 11 rumah warga di Pemangku Sering Menanti yang terdampak. Dari jumlah itu, 9 rumah mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama pada bagian atas rumah,” ujar Hermanto saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Ia menjelaskan, kerusakan paling dominan terjadi pada bagian atap rumah yang terbuka dan rusak akibat terjangan angin. Beberapa rumah bahkan untuk sementara waktu tidak layak dihuni, terutama jika hujan kembali turun.
Sebagai langkah awal, warga secara swadaya bergotong royong melakukan perbaikan darurat dengan kemampuan seadanya. Mereka menutup bagian atap yang rusak menggunakan terpal agar air hujan tidak masuk dan memperparah kondisi rumah.
“Untuk sementara, masyarakat bergotong royong melakukan penanganan mandiri. Ada yang memasang terpal sebagai atap sementara, supaya rumah masih bisa terlindungi dari hujan. Karena kalau dibiarkan, kerusakannya bisa semakin parah,” lanjutnya.
Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga atau keluarga terdekat demi keselamatan. Kondisi bangunan yang belum aman membuat mereka belum bisa kembali menempati rumah masing-masing.
“Ada beberapa rumah yang kerusakannya cukup parah, sehingga pemiliknya untuk sementara belum bisa menempati rumahnya. Saat ini ada yang menginap di rumah tetangga sebelah sambil menunggu kondisi memungkinkan untuk dilakukan perbaikan,” kata Hermanto.
Musibah ini terjadi di tengah masyarakat yang tengah bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri. Di saat sebagian warga mulai mempersiapkan kebutuhan lebaran, sebagian lainnya justru harus menghadapi dampak bencana cuaca ekstrem.
Hermanto mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berharap adanya perhatian serta bantuan dari berbagai pihak agar proses penanganan dapat segera dilakukan, terutama bagi warga yang terdampak paling parah.
“Tentu kondisi ini sangat memprihatinkan, apalagi saat ini sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri. Di saat masyarakat sedang bersiap menyambut lebaran, justru ada warga yang harus memperbaiki rumahnya akibat bencana ini,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya di Pekon Giham Sukamaju dan wilayah Kecamatan Sekincau, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


