Berbeda dengan destinasi yang sudah populer, Jantur Inar masih relatif sepi dari kunjungan wisatawan.
Hal ini menjadikan suasana lebih tenang, cocok untuk mereka yang ingin beristirahat dari rutinitas padat.
Kesunyian yang berpadu dengan suara alam menjadikan pengalaman berkunjung semakin berkesan.
Tidak sedikit pengunjung yang merasa kembali bugar setelah menikmati waktu di lokasi ini.
BACA JUGA:Gunung Papandayan, Pesona Vulkanik Garut yang Memikat
Perjalanan menuju air terjun sendiri sudah memberikan pengalaman tersendiri.
Wisatawan perlu melewati jalur trekking dengan medan menanjak yang cukup menantang, namun setiap langkah disuguhi pemandangan alami hutan tropis.
Suara burung liar, aliran sungai kecil, serta aroma tanah basah semakin memperkaya sensasi petualangan.
Bagi pecinta kegiatan luar ruang, rute ini menghadirkan kesenangan tersendiri sebelum mencapai titik utama.
BACA JUGA:Curug Cilember, Tujuh Air Terjun yang Menawan di Puncak Bogor
Setibanya di lokasi, berbagai aktivitas menarik bisa dilakukan.
Selain berenang, pengunjung dapat berfoto, duduk santai menikmati panorama, hingga berkemah di area sekitar air terjun.
Suasana malam hari di lokasi ini sangat khas, dengan udara dingin dan suara deras air yang menjadi latar alami.
Bagi mereka yang tertarik dengan keanekaragaman hayati, kawasan ini juga menawarkan kesempatan mengamati berbagai burung eksotis dan tumbuhan endemik khas Kalimantan.
BACA JUGA:Situ Patenggang, Pesona Romantis di Dataran Tinggi Ciwidey Jawa Barat
Petualangan ke Jantur Inar juga bisa dilengkapi dengan mencicipi kuliner lokal.