Namun, penggunaannya harus hati-hati karena konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping berupa mual, sembelit, atau gangguan pencernaan lainnya.
Oleh sebab itu, sebaiknya ikuti dosis yang ditentukan oleh tenaga medis.
BACA JUGA:Vitamin dan Nutrisi Terbaik untuk Tulang Kuat dan Sendi Lentur
5. Hindari Penghambat Penyerapan Zat Besi
Ada beberapa makanan atau minuman yang justru dapat mengurangi kemampuan tubuh menyerap zat besi, sehingga sebaiknya dibatasi saat sedang berusaha meningkatkan darah, di antaranya:
- Teh dan kopi karena kandungan taninnya mengikat zat besi.
- Makanan tinggi kalsium (seperti susu) bila dikonsumsi bersamaan dengan zat besi.
- Minuman bersoda yang umumnya tinggi gula dan fosfat.
BACA JUGA:Makan Nanas Secara Rutin, Apa Saja Manfaatnya untuk Kesehatan?
6. Istirahat yang Cukup
Tidur dan istirahat yang berkualitas membantu tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak dan mendukung proses pembentukan sel darah baru.
Kurang tidur justru bisa memperburuk kondisi anemia karena tubuh tidak memiliki kesempatan untuk memulihkan energi dengan baik.
BACA JUGA:Daun Bandotan: Nutrisi, Khasiat Herbal, dan Cara Aman Menggunakannya
7. Perawatan Medis Bila Diperlukan
Pada kasus anemia yang tergolong berat, penanganan medis tidak bisa dihindari. Beberapa metode yang biasanya dianjurkan dokter meliputi:
- Transfusi darah, untuk segera meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh.
- Pemberian obat khusus, misalnya eritropoietin, yang berfungsi merangsang sumsum tulang agar menghasilkan lebih banyak sel darah merah.