Ditempat yang sama, Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung Hanifah menyampaikan selama ini, banyak orang baru tertarik berpolitik hanya saat menjelang pemilu. Setelah terpilih atau setelah pemilu selesai, keterlibatan mereka pun meredup. Padahal, sebagai wakil rakyat, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus membangun dan mengorbitkan kader-kader yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Kita harus terus bekerja bersama konstituen, bersama masyarakat. Karena itu, Sekolah Kader Perubahan ini menjadi wadah penting untuk menggerakkan pemuda-pemudi. Selama ini, banyak anak muda menganggap politik itu tidak penting—baru menyadari keberadaannya saat pemilu datang. Setelah itu, mereka kembali pasif, seakan politik tak lagi menyentuh kehidupan mereka,” kata Hanifah.
Padahal, Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Lampung itu melanjutkan politik adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam komunikasi, pengambilan keputusan, dan memperjuangkan kepentingan bersama-semuanya tak lepas dari nilai-nilai politik.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membentuk kader-kader yang aktif, sadar politik, dan memiliki semangat perubahan. Harapannya, dari tahun ke tahun, akan semakin banyak generasi muda yang ikut bergerak. Meskipun kegiatan seperti ini hanya bisa digelar satu kali dalam setahun, kami optimis dampaknya akan berkelanjutan,” tegasnya.
Selama ini, Ketua Muslimat NU Kabupaten Pesawaran itu menambahkan pihaknya memang sering melibatkan masyarakat yang sudah aktif dalam kegiatan sosial. Tapi kini, kita juga mulai memperkenalkan aspek politik secara langsung. Tidak hanya membahas isu kemasyarakatan, tapi juga membekali mereka dengan pemahaman tentang pentingnya politik dalam pembangunan bangsa.
“Semakin banyak kader yang terbentuk, semakin cepat kita bisa menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa. Karena itu, mari kita terus bergerak dan mencetak sebanyak mungkin kader yang peduli dan siap berbuat.” tegasnya.*