Sebaiknya gunakan pakaian longgar berbahan katun yang mampu menyerap keringat dengan baik.
Selain membantu proses penyembuhan, hal ini juga mencegah kurap meluas ke area kulit lain.
BACA JUGA:Diskes Bandar Lampung Ingatkan Pentingnya Sanitasi untuk Cegah Infeksi Cacing pada Anak
4. Menghindari Kebiasaan Menggaruk
Rasa gatal yang ditimbulkan kurap sering kali membuat penderita tidak tahan untuk menggaruk.
Namun, kebiasaan ini justru dapat memperparah iritasi, menimbulkan luka, dan membuka peluang infeksi bakteri. Selain itu, jamur bisa menyebar ke bagian tubuh lain melalui kuku.
Jika rasa gatal terlalu mengganggu, gunakan obat antijamur dengan efek menenangkan atau lakukan kompres dingin untuk meredakannya.
BACA JUGA:Pantangan yang Perlu Dihindari untuk Anak Penderita Asma
5. Konsumsi Obat Antijamur Oral Jika Diperlukan
Pada kasus kurap yang parah, menyebar luas atau tidak membaik dengan pengobatan oles, dokter biasanya akan meresepkan obat antijamur dalam bentuk tablet atau kapsul, misalnya terbinafine, fluconazole atau itraconazole.
Obat ini bekerja dari dalam tubuh sehingga lebih efektif untuk mengatasi jamur yang membandel.
Namun, penggunaan obat oral hanya boleh dilakukan sesuai anjuran dokter karena dapat menimbulkan efek samping.
BACA JUGA:Rahasia Membuat Bawang Goreng Renyah dan Tahan Lama
6. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Kurap tidak hanya muncul karena kondisi kulit, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Jamur mudah berkembang biak di tempat yang lembap dan jarang terkena cahaya matahari. Untuk itu, penting menjaga kebersihan rumah dengan cara;
- Rutin mencuci sprei, sarung bantal, dan selimut dengan air panas.
- Menjemur kasur, bantal, atau karpet agar bebas dari jamur.
Membersihkan area rumah yang sering lembap, seperti kamar mandi atau ruangan tanpa ventilasi baik.(*)