Legenda Putri Dayang Merindu
Daya tarik utama Goa Putri tidak lepas dari kisah rakyat tentang seorang gadis bernama Putri Dayang Merindu.
Konon, kecantikannya membuat ia diperebutkan oleh dua pendekar sakti, yakni Seruling Sakti yang dijuluki Si Pahit Lidah, serta seorang pendekar lain yang dikenal dengan nama Si Mata Empat.
Suatu ketika, Putri Dayang Merindu tengah mandi di muara sungai. Seruling Sakti yang kebetulan melintas mencoba menyapa, namun sang putri tidak memberikan tanggapan.
BACA JUGA:Susul NasDem, PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI
Merasa diremehkan, Seruling Sakti tersinggung dan melontarkan kata-kata kutukan. Berkat kesaktiannya, ucapan itu seketika menjadi kenyataan: sang putri berubah menjadi batu.
Kutukan tersebut tidak berhenti sampai di situ. Menurut kisah, Seruling Sakti kemudian menyebut desa tempat tinggal sang putri sepi bagaikan gua.
Ucapan itu pun mengubah desa tersebut menjadi sebuah gua besar yang kini dikenal sebagai Goa Putri.
Legenda ini terus hidup di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari identitas budaya daerah.
BACA JUGA:Camilan Murah dan Enak, 5 Rekomendasi Tahu Bakso Paling Populer di Malang
Keindahan Goa yang Memikat
Goa Putri memiliki lebar sekitar 20 meter dengan panjang mencapai 160 meter.
Begitu memasuki goa, pengunjung akan disambut dengan pemandangan stalaktit yang menjuntai dari langit-langit serta stalagmit yang menjulang dari dasar goa.
Bentuk-bentuk batu kapur ini terbentuk secara alami selama ribuan tahun, menghasilkan ornamen alam yang menyerupai karya seni.
BACA JUGA:NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Keanggotaan DPR RI
Yang membuat goa ini semakin unik adalah keberadaan ruangan-ruangan yang menyerupai bagian dalam istana.