Yersinia Pestis; Bakteri Mematikan Penyebab Penyakit Pes

Jumat 29-08-2025,16:43 WIB
Reporter : Apriyanti
Editor : Budi Setiawan

Gejala pes biasanya muncul 2–6 hari setelah terpapar. Beberapa tanda yang sering ditemui meliputi:

  • Demam tinggi disertai menggigil
  • Sakit kepala yang hebat
  • Rasa lelah ekstrem dan nyeri otot
  • Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (khusus pes bubonik)

Apabila tidak segera mendapatkan pengobatan, infeksi dapat berkembang dengan sangat cepat dan meningkatkan risiko kematian.

BACA JUGA:Tanaman Hias yang Cocok untuk Ruangan

Cara Diagnosis

Untuk memastikan seseorang terinfeksi pes, tenaga medis biasanya melakukan:

- Pemeriksaan fisik, khususnya mengecek adanya pembengkakan kelenjar getah bening.

- Uji laboratorium dengan mengambil sampel darah, dahak, atau cairan dari kelenjar bengkak untuk mendeteksi keberadaan bakteri Y. pestis.

BACA JUGA:Sony ULT Field 5: Speaker Portable Tangguh dengan Suara Menggelegar untuk Pesta Outdoor

Pengobatan dan Pencegahan

Meski sangat berbahaya, penyakit pes masih bisa disembuhkan bila penanganan dilakukan sejak dini. Antibiotik merupakan pilihan utama untuk terapi, di antaranya streptomisin, gentamisin, doksisiklin, dan siprofloksasin. 

Namun, keterlambatan pengobatan bisa membuat infeksi berkembang cepat dan sulit dikendalikan. Upaya pencegahan meliputi:

  • Mengendalikan populasi tikus dan kutu di sekitar lingkungan.
  • Menggunakan sarung tangan atau pelindung saat harus menangani hewan liar.
  • Menghindari kontak dekat dengan penderita pes paru tanpa perlengkapan pelindung diri.
  • Menjaga kebersihan rumah, gudang, dan tempat kerja untuk mencegah berkembangnya hewan pembawa penyakit.
Kategori :