Upacara Adat Dongdang Masyarakat Sunda di Banten

Jumat 29-08-2025,16:12 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Dalam tradisi Sunda, Dongdang sering dikaitkan dengan Seren Taun, yaitu upacara syukur tahunan atas hasil panen. Pada perayaan Seren Taun, padi yang berhasil dipanen disimpan di leuit sebagai tanda penghormatan. 

Kehadiran dongdang dalam prosesi ini menjadi simbol utama yang mempertegas makna syukur masyarakat kepada Tuhan.

Dengan demikian, Dongdang bukanlah tradisi yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian adat Sunda yang lebih luas. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya padi dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai sumber pangan ataupun lambang kesejahteraan.

BACA JUGA:Tanaman Hias yang Cocok untuk Ruangan

Dongdang di Masa Kini

Walaupun arus modernisasi semakin kuat, masyarakat di beberapa wilayah Banten terus menjaga tradisi Dongdang. Bahkan, upacara tersebut kini sering dijadikan daya tarik wisata budaya. 

Pemerintah daerah bersama tokoh adat berupaya melestarikan sekaligus memperkenalkan Dongdang kepada masyarakat luas.

Dalam perkembangannya, upacara Dongdang kadang dipadukan dengan pertunjukan seni lain, seperti tari tradisional, pameran kerajinan tangan, dan bazar kuliner khas Banten. Hal ini membuat perayaan semakin semarak sekaligus memberikan nilai tambah dari segi pariwisata.

BACA JUGA:Sony ULT Field 5: Speaker Portable Tangguh dengan Suara Menggelegar untuk Pesta Outdoor

Upacara Dongdang merupakan tradisi khas masyarakat Sunda di Banten yang penuh makna. 

Melalui arak-arakan padi yang dihias indah, masyarakat mengekspresikan rasa syukur, menjaga kebersamaan, dan melestarikan warisan leluhur.

Di dalamnya terkandung nilai spiritual, sosial, dan budaya yang patut terus dipelihara. 

Dengan melestarikan Dongdang, generasi saat ini tidak hanya menjaga identitas budaya, dan juga memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia kaya akan kearifan lokal yang penuh makna serta bernilai tinggi.(*)

Kategori :