Pakaian Adat Tanimbar: Warisan Budaya Maluku yang Sarat Makna

Kamis 28-08-2025,18:04 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Dengan berbagai hiasan tersebut, jelas terlihat bahwa perempuan Tanimbar dipandang sebagai sosok yang berperan penting dalam menjaga keharmonisan keluarga dan masyarakat.

BACA JUGA:Scrunchie: Ikat Rambut Modern yang Menjaga Kesehatan Rambut Sehari-hari

Motif Kain Tenun Tanimbar

Dahulu, terdapat puluhan motif tenun Tanimbar, namun kini hanya tersisa beberapa. Setiap motif memiliki arti tersendiri. Misalnya:

  1. Lelmuku (bunga anggrek) → lambang kecantikan dan ketekunan.
  2. Sair (bendera) → simbol semangat menjaga identitas.
  3. Tunis (anak panah) → perlambang kewaspadaan dan kesiapan.
  4. Ulerati (ulat kecil) → tanda kecintaan pada lingkungan.
  5. Eman Matan Lihir → terinspirasi dari busana pria masa lampau.
  6. Mantatur (tulang ikan) → melambangkan laut sebagai sumber kehidupan.
  7. Wulan Lihir (bulan sabit) → simbol harapan dan keterikatan dengan alam.

Motif-motif tersebut memperlihatkan betapa erat hubungan masyarakat Tanimbar dengan lingkungan sekitar. Mereka tidak hanya menjadikan alam sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai inspirasi dalam berkarya.

BACA JUGA:Danau Poso: Keindahan Purba dan Legenda Naga Bercahaya

Nilai Filosofis

Jika diperhatikan secara keseluruhan, pakaian adat Tanimbar adalah simbol kehidupan masyarakatnya. 

Kain tenun menggambarkan stratifikasi sosial, hiasan kepala mencerminkan kepemimpinan, sementara perhiasan perempuan mengajarkan nilai kesetiaan, kearifan, dan keteguhan hati. 

Busana ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, manusia harus menjaga keseimbangan antara diri sendiri, keluarga, masyarakat, alam, dan Sang Pencipta.

BACA JUGA:Es Kelapa Nipis Madu: Segar, Sehat, dan Penuh Manfaat

Pelestarian di Era Modern

Saat ini, jumlah penenun tradisional di Tanimbar semakin berkurang. Banyak motif kuno yang hilang karena tidak lagi dikerjakan. 

Namun, beberapa kelompok masyarakat dan pemerintah daerah terus berupaya menghidupkan kembali tradisi menenun melalui pelatihan dan festival budaya.

Munculnya pakaian adat Tanimbar di panggung nasional, salah satunya ketika dipakai Presiden, memberikan kebanggaan bagi masyarakat Maluku. 

BACA JUGA:5 Tanaman Hias Langka dengan Harga Mencengangkan

Kategori :