Asal-Usul Geologis
Bagi para ahli geologi, Danau Poso menyimpan kisah terbentuknya Pulau Sulawesi. Berdasarkan kajian ilmiah, danau ini muncul akibat aktivitas tektonik jutaan tahun lalu. Tabrakan lempeng di wilayah Sulawesi menyebabkan terbentuknya patahan besar yang kemudian amblas, membentuk cekungan raksasa.
Seiring waktu, cekungan tersebut terisi oleh air hujan, hingga akhirnya menjadi danau yang kita lihat sekarang. Proses ini diperkirakan berlangsung sekitar 12 hingga 16 juta tahun silam.
Oleh sebab itu, Danau Poso sering disebut sebagai danau purba yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang terbentuknya Sulawesi.
BACA JUGA:Dua Pejabat Eselon II Dilantik, Pemprov Lampung Perkuat Pembangunan Desa dan PPPA
Surga Keanekaragaman Hayati
Selain panorama yang memikat, Danau Poso juga menyimpan ekosistem yang unik. Tingkat endemisme di dalamnya cukup tinggi. Beberapa jenis ikan, udang, siput, hingga kepiting hanya bisa ditemukan di perairan ini. Kehadiran spesies langka menjadikan Danau Poso bukan hanya berharga dari sisi pariwisata, tetapi juga penting bagi penelitian biodiversitas.
Para peneliti sering menyebut danau ini sebagai laboratorium alam, karena keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya memberikan gambaran betapa kayanya kekayaan biologi Sulawesi.
Jika ekosistem ini dijaga dengan baik, Danau Poso bisa menjadi pusat konservasi air tawar yang bernilai tinggi bagi dunia.
BACA JUGA:Tablet Tambah Darah: Pilihan Tepat untuk Mengatasi Anemia
Legenda Silo nDano
Keindahan alam Danau Poso semakin lengkap dengan kisah mistis yang melekat padanya.
Salah satu legenda yang masih sering diceritakan masyarakat adalah tentang Silo nDano, yang dalam bahasa setempat berarti “lampu danau”.
Menurut cerita rakyat, Silo nDano berwujud naga raksasa dengan cahaya terang di kepalanya, menyerupai lampu petromaks yang menyala di kegelapan malam.
BACA JUGA:Program KUR BRI 2025 Siap Dukung UMKM Naik Kelas, Begini Syarat dan Cara Mengajukannya
Nelayan di sekitar danau percaya bahwa kemunculan makhluk ini merupakan pertanda buruk. Jika cahaya sang naga terlihat di permukaan air, maka mereka diyakini tidak akan mendapatkan hasil tangkapan pada malam itu.