Proses aktivasi QRIS BRI pun dirancang tanpa kerumitan. Pelaku UMKM mendaftar melalui BRImo, melengkapi berkas identitas serta data usaha, lalu menunggu verifikasi. Setelah itu, kode QR bisa dicetak dan dipasang di lokasi strategis.
Setiap transaksi akan memunculkan notifikasi masuk pada aplikasi, sementara laporan tersimpan rapi untuk keperluan pembukuan.
Pendekatan ini membantu usaha kecil masuk ke ekosistem pembayaran digital tanpa investasi alat tambahan.
Perpaduan QRIS BRI dan BRImo memerlihatkan bagaimana digitalisasi membuka peluang pertumbuhan UMKM daerah.
Dengan biaya yang efisien, proses yang ringkas, dan pencatatan yang tertata, pelaku usaha seperti Rama dapat fokus pada kualitas produk—mulai dari pemilihan biji, proses roasting, hingga pengemasan—sementara urusan bayar-membayar berjalan otomatis di belakang layar.
“Pelanggan sekarang lebih suka bayar lewat aplikasi. Saya tidak khawatir kehilangan penjualan karena pilihan pembayaran makin luas,” tutup Rama, menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan nyata bagi UMKM yang ingin melaju.