Meski akses jalan sebagian masih berkelok dan menantang, pemandangan pedesaan dengan sawah dan perbukitan yang hijau membuat perjalanan terasa menyenangkan.
Setibanya di Desa Jayamukti, wisatawan perlu berjalan kaki menelusuri jalur setapak menuju lokasi utama.
Perjalanan trekking singkat ini justru menjadi pengalaman tambahan karena memberi kesempatan menikmati suasana pedesaan yang masih alami.
BACA JUGA:Pesona Wisata Air Banjarnegara, Alternatif Liburan Alam di Jawa Tengah
Sebagai destinasi yang relatif baru, fasilitas di Leuwi Tonjong masih sederhana. Sudah tersedia area parkir, beberapa warung kecil, serta tempat istirahat.
Meski terbatas, fasilitas tersebut cukup menunjang kebutuhan dasar wisatawan.
Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat mulai berupaya meningkatkan sarana dan prasarana.
Harapannya, kawasan ini tidak hanya nyaman dikunjungi, tetapi juga mampu menarik lebih banyak wisatawan tanpa menghilangkan keaslian alamnya.
BACA JUGA:Solo, Kota Budaya dengan Pesona Tak Terlupakan
Kehadiran wisata Leuwi Tonjong membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Mulai dari jasa parkir, penyewaan rakit, hingga warung makan, semuanya memberi tambahan penghasilan.
Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Namun, perkembangan wisata ini juga harus diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan. Sungai dan tebing yang menjadi daya tarik utama tidak boleh tercemar sampah atau mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia.
Edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan menjadi kunci agar Leuwi Tonjong tetap lestari.
BACA JUGA:Pantai Sawarna, Pesona Pesisir Selatan Banten yang Mengundang Kagum
Leuwi Tonjong bukan hanya sekadar destinasi wisata, melainkan juga pengingat bahwa kekayaan alam Indonesia sangatlah melimpah.
Tebing tinggi, aliran sungai jernih, serta suasana pedesaan yang asri merupakan perpaduan sempurna untuk melepas penat.