1. Berenang dan bermain air
Kolam dangkal dengan arus tenang menjadikannya lokasi aman untuk berenang. Kesegaran air pegunungan memberi sensasi berbeda dibanding kolam renang buatan.
2. Berkemah
Kawasan sekitar sungai cukup luas untuk mendirikan tenda. Aktivitas camping menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin merasakan malam di alam terbuka dengan udara sejuk dan suara gemericik air sungai.
BACA JUGA:Menjelajahi Wisata Pontianak, Kota Khatulistiwa dengan Ragam Daya Tarik
3. Susur Sungai dengan Rakit
Warga sekitar menyediakan rakit sederhana yang bisa digunakan pengunjung untuk menyusuri Sungai Cihurip. Aktivitas ini menambah pengalaman baru, terutama bagi wisatawan yang suka petualangan ringan.
4. Fotografi Alam
Dengan lanskap tebing menjulang, aliran sungai jernih, dan vegetasi hijau, Leuwi Tonjong menjadi latar sempurna untuk berfoto. Tidak heran jika kawasan ini sering muncul di media sosial sebagai rekomendasi wisata alam.
BACA JUGA:Danau Gunung Tujuh, Pesona Eksotis yang Diselimuti Misteri di Puncak Kerinci
Meskipun Leuwi Tonjong bisa dikunjungi sepanjang tahun, musim kemarau merupakan periode paling ideal.
Pada saat itu, air sungai terlihat bening dengan warna hijau kebiruan. Sinar matahari yang jatuh ke permukaan air menambah kesan eksotis.
Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, warna air sering berubah menjadi kecokelatan akibat bercampur tanah.
Debit air pun cenderung meningkat, sehingga pengunjung harus lebih berhati-hati. Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan pengalaman terbaik, datanglah pada musim kemarau.
BACA JUGA:Destinasi Wisata Populer di Semarang
Untuk mencapai Leuwi Tonjong, pengunjung harus menempuh perjalanan darat dari pusat Kota Garut menuju Kecamatan Cihurip. Waktu tempuh berkisar antara dua hingga tiga jam.