Solo, Kota Budaya dengan Pesona Tak Terlupakan
Istana Mangkunegaran / Foto --- instagram @explore.solo--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Surakarta, atau yang lebih populer disebut Solo, adalah salah satu kota di Jawa Tengah yang menyimpan pesona wisata lengkap. Dari warisan sejarah, tradisi yang masih hidup, kuliner khas, hingga hiburan modern—semuanya berpadu harmonis di sini.
Keunikan tersebut menjadikan Solo mampu bersaing dengan destinasi populer seperti Yogyakarta dan Semarang sebagai tujuan favorit wisatawan.
Dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, Solo memadukan kehidupan modern dengan nuansa tradisional yang kental. Keramahan warganya, tata kota yang tertib, serta kemudahan akses transportasi menjadikan kota ini ramah dan nyaman untuk dikunjungi.
Berikut sejumlah destinasi pilihan yang patut masuk agenda perjalanan Anda saat singgah di Kota Bengawan ini.
BACA JUGA:Pakaian Adat Koto Gadang yang Anggun dan Sederhana
Keraton Surakarta Hadiningrat
Keraton Surakarta adalah gerbang awal untuk memahami perjalanan sejarah kota ini. Berdiri sejak 1744, keraton masih menjadi kediaman resmi Sri Sunan. Terletak di kawasan Baluwarti, Pasar Kliwon, bangunan berarsitektur klasik ini juga memiliki museum yang menyimpan pusaka kerajaan, perhiasan, alat musik tradisional, hingga hadiah dari para penguasa Eropa. Mengunjungi keraton serasa membaca buku terbuka yang memaparkan kisah masa lalu Solo.
Istana Mangkunegaran
Berlokasi di Jalan Ronggowarsito No. 83, istana ini dibangun pada 1757 oleh Mangkunegara I. Perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa menciptakan kesan megah sekaligus elegan. Saat ini, Istana Mangkunegaran menjadi pusat kegiatan seni dan budaya. Setiap Rabu, pengunjung bisa menikmati lantunan gamelan yang dimainkan langsung, memberikan pengalaman autentik akan kekayaan musik tradisional kota ini.
BACA JUGA:Gubernur Mirza Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Perubahan APBD 2025
Museum Batik Danar Hadi
Batik adalah kebanggaan Solo, dan Museum Batik Danar Hadi menjadi saksi kejayaan kain tradisional ini. Beralamat di Jalan Brigjen Slamet Riyadi No. 261, museum ini menyimpan lebih dari 10 ribu koleksi batik dengan beragam motif dan teknik. Selain berkeliling ruang pamer, wisatawan dapat melihat langsung proses pembuatan batik tulis maupun batik cap di pabrik yang berada dalam kompleks museum.
Kampung Batik Kauman
Bagi yang ingin membawa pulang batik berkualitas, Kampung Batik Kauman di Pasar Kliwon adalah pilihan tepat. Kawasan ini menyuguhkan suasana khas kota lama dengan bangunan tradisional yang terawat. Sejak era Keraton Surakarta, Kauman dikenal sebagai sentra batik untuk kalangan bangsawan. Hingga kini, pengrajin setempat tetap menggunakan teknik tradisional demi menjaga mutu hasil karya mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




