3. Sintesis (Replikasi dan Produksi Komponen Virus Baru)
Materi genetik virus yang telah masuk akan mengambil alih kendali sistem seluler dan proses ini mencakup penggandaan genom virus serta produksi protein struktural dan enzim virus. Akibatnya, fungsi normal sel inang terganggu karena sumber daya sel difokuskan untuk memproduksi elemen-elemen virus.
4. Perakitan (Assembly)
Komponen komponen virus yang telah diproduksi secara terpisah akan dirakit menjadi partikel virus yang utuh dan ini terjadi di dalam sel inang, di mana bagian-bagian seperti kapsid dan materi genetik dikemas menjadi virion baru.
BACA JUGA:Jam Rahasia Dapat Saldo DANA Kaget Setiap Hari, Kamu Sudah Tahu?
5. Pelepasan (Lisis atau Eksositosis)
Setelah perakitan selesai, virion baru dilepaskan dari sel inang.
Pelepasan ini dapat terjadi dengan menghancurkan sel (melalui proses lisis), atau dengan cara yang lebih halus melalui eksositosis, yang memungkinkan virus keluar tanpa langsung membunuh sel inang.
Virus yang telah dilepaskan akan mencari sel baru untuk mengulangi siklus replikasi.
BACA JUGA:Inilah Jam Tangan Patek Philippe Paling Ekonomis untuk Kelasnya
Replikasi virus dalam tubuh dapat menimbulkan beragam konsekuensi bagi kesehatan manusia, bergantung pada jenis virus yang menginfeksi serta kondisi sistem kekebalan tubuh individu yang terinfeksi.
Berikut adalah beberapa dampak yang umum terjadi:
1. Kerusakan Sel dan Jaringan Tubuh
Ketika virus merusak atau membunuh sel inang dalam proses replikasinya, jaringan tubuh tempat sel tersebut berada ikut terdampak. Misalnya, infeksi virus pada sel paru-paru dapat menyebabkan peradangan dan gangguan pernapasan. Kerusakan ini dapat memicu respon peradangan dan merusak fungsi organ terkait.
BACA JUGA:Update 50 Kode Redeem FF Terbaru, Dapatkan Item Epic dan Diamond Gratis!
2. Aktivasi Sistem Kekebalan Tubuh