Mobil listrik unggul dalam hal ramah lingkungan. Karena tidak menghasilkan emisi gas buang, kendaraan ini tidak berkontribusi langsung terhadap pencemaran udara. Ini sangat penting, terutama di kota-kota besar yang sudah dibebani oleh polusi kendaraan bermotor.
Sebaliknya, mobil bensin masih menjadi penyumbang utama emisi karbon dioksida (CO₂), yang mempercepat perubahan iklim.
Penggunaan mobil listrik secara luas dapat menjadi langkah signifikan dalam menekan emisi karbon dan mencapai target netralitas karbon di masa mendatang.
BACA JUGA:Apakah Motor BMW Cocok untuk Harian? Simak Analisis Biaya dan Kenyamanan
3. Efisiensi Energi dan Performa
Dari sisi efisiensi, mobil listrik jauh lebih optimal. Sekitar 85–90% energi listrik yang digunakan dapat dikonversi menjadi tenaga gerak. Bandingkan dengan mobil bensin yang hanya mampu mengubah sekitar 20–30% energi bahan bakar menjadi gerakan.
Tidak hanya efisien, mobil listrik juga ternyata memiliki performa akselerasi yang lebih baik. Karena torsi puncak langsung tersedia sejak pedal gas diinjak, mobil listrik terasa lebih responsif dan halus saat dikendarai.
Namun, mobil bensin masih memiliki keunggulan dalam hal jangkauan (range) dan infrastruktur pendukung. SPBU tersedia hampir di seluruh wilayah Indonesia, sedangkan stasiun pengisian daya (SPKLU) untuk mobil listrik masih terbatas jumlah dan sebarannya.
BACA JUGA:Harga Baterai EV Anjlok, Mobil Listrik Kian Terjangkau
Jadi, mana yang lebih baik? Jawabannya tergantung pada kebutuhan dan gaya hidup Anda.
Pilih mobil listrik jika Anda tinggal di kota besar, memiliki akses ke charger listrik, mengutamakan efisiensi, dan ingin berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih bersih.
Pilih mobil bensin jika Anda sering melakukan perjalanan jauh, mengandalkan fleksibilitas tinggi, dan belum memiliki akses ke infrastruktur pengisian daya listrik.
Dengan semakin berkembangnya teknologi baterai, bertambahnya stasiun pengisian umum, serta insentif dari pemerintah, mobil listrik diperkirakan akan menjadi pilihan utama konsumen dalam beberapa tahun ke depan. Kendaraan ramah lingkungan ini tak hanya efisien, tetapi juga menjadi bagian dari solusi menuju masa depan yang lebih hijau.(*)