Kepala ditutup dengan selendang, dan rambut disanggul dengan gaya khas Melayu. Perhiasan seperti anting, kalung, dan gelang mempercantik penampilan mereka.
Tari Zapin termasuk warisan budaya tak benda yang memiliki nilai penting bagi identitas masyarakat Melayu.
Berbagai pihak telah berperan dalam menjaga keberlanjutannya, mulai dari pemerintah daerah, komunitas budaya, hingga lembaga pendidikan.
BACA JUGA:Ngumbai Atakh: Warisan Doa dan Kebersamaan dari Pesisir Barat Lampung
Kegiatan seperti pelatihan tari, festival budaya, dan lomba rutin digelar untuk memperkenalkan Zapin kepada generasi muda.
Melalui upaya pelestarian ini, Tari Zapin tetap hidup dan menjadi simbol kekayaan budaya yang tidak hanya mencerminkan keindahan gerak, tetapi juga nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun.(*)