Tiga Rumah Adat Khas Kepulauan Riau dan Keunikannya

Senin 26-05-2025,17:46 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

2. Rumah Melayu Atap Limas

Jenis rumah ini paling umum dijumpai sebagai tempat tinggal masyarakat Melayu di Kepulauan Riau. 

BACA JUGA:Rumah Adat Aceh: Struktur, Makna, dan Keunikan Budaya

Atapnya berbentuk limas, berfungsi menyalurkan air hujan dengan efisien dan memberi tampilan yang elegan.

Rumah ini terdiri dari beberapa bagian:

  • Teras depan untuk tamu,
  • Ruang tengah tempat berkumpul keluarga,
  • Dapur di bagian belakang,
  • Ruang belakang sebagai tempat penyimpanan atau ruang pribadi.

Material utamanya adalah kayu berkualitas, mencerminkan kesederhanaan dan nilai kekeluargaan yang kental.

BACA JUGA:Keunikan Kain Tradisional Aceh yang Sarat Makna dan Estetika

3. Rumah Lipat Kajang

Bentuk atap rumah ini menyerupai lipatan tajam, seperti kelokan sungai. Atap curam ini berfungsi untuk mengalirkan air hujan langsung ke tanah, mencegah genangan.

Keunikan lain dari rumah ini adalah ornamen ukiran bermotif tumbuhan dan hewan, yang mewakili filosofi kehidupan, cinta, dan keharmonisan dengan alam. 

Seluruh bangunan umumnya dibuat dari kayu pilihan, menunjukkan perpaduan antara fungsi, seni, dan nilai budaya yang dalam.

BACA JUGA:Mesikhat: Busana Tradisional Suku Alas di Aceh Tenggara

Rumah adat di Kepulauan Riau lebih dari sekadar tempat tinggal—ia adalah simbol jati diri dan nilai luhur masyarakat Melayu. 

Ketiga rumah adat yang terkenal, yaitu Selaso Jatuh Kembar, Rumah Atap Limas, dan Lipat Kajang, masing-masing menyimpan keunikan dalam bentuk, fungsi, dan nilai simboliknya.

Menjaga kelestarian rumah adat bukan hanya soal menjaga bangunan lama, tapi juga mempertahankan identitas budaya dan warisan nenek moyang. 

Di tengah perkembangan zaman, rumah adat tetap menjadi pengingat akan kearifan lokal yang patut dihargai dan dijaga oleh generasi penerus bangsa.(*)

Kategori :