Penduduk lokal bisa membuka homestay, menjual suvenir khas Nias, atau menjadi pemandu wisata.
Hal tersebut dapat membuktikan bahwa pelestarian budaya berjalan serta beriringan dengan perkembangan ekonomi daerah.
Meski masih lestari, tradisi Lompat Batu tetap menghadapi tantangan, terutama dari pengaruh budaya luar dan kurangnya minat generasi muda.
Oleh karena itu, peran pendidikan dan keluarga sangat penting dalam menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri.
Pemerintah, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat perlu bekerja sama untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai luhur tradisi ini kepada anak-anak muda.
Kegiatan seperti lomba budaya, festival daerah, dan pelajaran muatan lokal di sekolah bisa menjadi cara efektif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
Tradisi Lompat Batu dari Pulau Nias bukan hanya atraksi budaya, tetapi juga cermin dari keberanian, kedewasaan, dan kekuatan komunitas.
Keunikan dan nilai yang terkandung di dalamnya menjadikannya salah satu kekayaan budaya Indonesia yang patut dijaga.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda, warisan ini bisa terus hidup dan bahkan lebih dikenal di dunia internasional sebagai bagian dari identitas bangsa.(*)